Loading...
DUNIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 09:36 WIB | Rabu, 15 Juli 2015

PM Israel Kritik Kesepatakan Nuklir dengan Iran

(Dari kiri ke kanan) Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi, Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius, Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier, Perwakilan Tinggi untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Uni Eropa Federica Mogherini, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, Kepala Organisasi Energi Atom Iran Ali Akbar Saleh, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond, Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menteri Energi AS Ernest Moniz mengikuti sesi pemotretan di gedung PBB di Wina, Austria, pada 14 Juli 2015. (Foto: AFP)

YERUSALEM, SATUHARAPAN.COM - Perdana Menteri Israel mengatakan kesepakatan nuklir yang berhasil dicapai kekuatan dunia dan Iran, hari Selasa (14/7), merupakan “kesalahan bersejarah bagi dunia”.

“Di setiap bidang yang seharusnya bertujuan mencegah Iran menguasai kemampuan senjata nuklir, ada kompromi besar,” kata kantor Netanyahu, mengutip pernyataannya yang disampaikan di awal pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Belanda Bert Koenders.

Benjamin Netanyahu sudah lama menentang kesepakatan nuklir dengan Iran, dan Israel mengisyaratkan pihaknya bisa mengambil langkah militer jika diperlukan untuk menghentikan republik Islam tersebut menguasai kemampuan senjata nuklir.

Dia membawa kampanyenya ke Kongres Amerika Serikat dan Majelis Umum PBB, tapi gagal mencegah kesepakatan tersebut.

Sementara itu Presiden Amerika Serikat Barack Obama berencana mengajak Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Raja Arab Saudi Salman dan sekutu Eropa lainnya untuk membicarakan kesepakatan nuklir Iran itu.
 
Sedangkan Menteri Luar Negeri AS John Kerry juga telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mendesak Teheran untuk membebaskan warga negara Amerika yang masih ditahan di Iran.
 
Uni Eropa Perpanjang Pembekuan Sanksi terhadap Iran

Uni Eropa memperpanjang pembekuan sanksi terhadap Iran hingga enam bulan ke depan setelah negara-negara adidaya berhasil mencapai kesepakatan atas program nuklir Teheran.

Dengan kesepakatan yang diteken di Wina, Austria pada hari ke-18 perundingan nuklir, sanksi PBB dan Uni Eropa terhadap Iran kemungkinan akan dicabut, meski dapat dijatuhkan kembali jika terjadi pelanggaran.

“Pascakesepakatan yang dicapai pada 14 Juli 2015 di Wina atas isu nuklir Iran, Dewan Eropa memperpanjang pembekuan sanksi Uni Eropa (terhadap Iran) hingga 14 Januari 2016,” menurut pernyataan Dewan Eropa.

“Hal ini akan memungkinkan Uni Eropa untuk melakukan persiapan bagi pengimplementasian Rencana Aksi Komprehensif Bersama,” ujar Dewan Eropa, merujuk kepada teks kesepakatan nuklir antara negara-negara adidaya dengan Iran. (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home