Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 11:17 WIB | Senin, 16 Mei 2016

Polisi Jerman Tangkap 120 Aktivis dalam Demo Anti Batubara

Polisi Jerman Tangkap 120 Aktivis dalam Demo Anti Batubara
Demonstran mengenakan pakaian malaikat saat berunjuk rasa untuk memblokade akses ke pelabuhan batubara dan bahan bakar fosil terbesar Australia di Newcastle, 8 Mei 2016. Ratusan demonstran berunjuk rasa di pelabuhan Newcastle untuk menyerukan langkah cepat guna mengakhiri penggunaan bahan bakar fosil dan beralih ke energi terbarukan pada 2016. Saeed Khan/AFP
Polisi Jerman Tangkap 120 Aktivis dalam Demo Anti Batubara
Warga melakukan aksi unjuk rasa menentang penggunaan bahan bakar fosil pada 14 Mei 2016 di Los Angeles, California. Aksi tersebut digelar di beberapa kota di AS dan negara lain sebagai bagian dari kampanye anti bahan bakar fosil internasional selama dua pekan. David Mcnew/AFP
Polisi Jerman Tangkap 120 Aktivis dalam Demo Anti Batubara
Warga melakukan aksi di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (11/5). Aksi yang dihelat oleh Koalisi Break Free itu bertujuan untuk mendesak Pemerintah Indonesia untuk menghentikan kecanduan energi fosil terutama batubara sebagai sumber energi, dan melakukan aksi sejalan dengan komitmen penurunan emisi Indonesia dalam Kesepakatan Iklim Paris 2015. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Polisi Jerman Tangkap 120 Aktivis dalam Demo Anti Batubara
Peserta unjuk rasa membawa atribut poster bertuliskan menolak industri pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang dinilai telah merugikan, di depan gedung Kedutaan Besar Jepang Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (11/5). Aksi yang tergabung dalam Koalisi Break Free, gerakan yang diinisiasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Greenpeace, dan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) itu, diikuti ribuan korban tambang industri batu bara dari berbagai daerah, mendesak pemerintah menghentikan penggunaan bahan bakar fosil berbahaya dan mendesak peralihan ke energi terbarukan yang bersih dan aman. (Foto: Dedy Istanto).

JERMAN, SATUHARAPAN.COM - Kepolisian Jerman pada hari Minggu (15/5) menangkap 120 orang, menyusul bentrokan antara aktivis lingkungan dan personel keamanan dalam unjuk rasa anti batubara di timur negara tersebut.

Juru bicara kepolisian mengatakan, bentrokan terjadi pada hari Sabtu (14/5) di Lausitz, ketika sekitar 300 demonstran memaksa masuk ke pembangkit listrik Schwarze Pumpe yang beroperasi menggunakan batubara, milik BUMN Swedia Vattenfall.

Unjuk rasa tersebut merupakan bagian dari kampanye “Break Free” yang dicanangkan Greenpeace dan berbagai organisasi pegiat lingkungan di sejumlah negara di antaranya, Amerika Serikat, Kanada, dan Brasil, guna menentang penggunaan bahan bakar fosil.

Kampanye tersebut dimulai pada bulan ini dan berakhir pada akhir pekan kemarin di Jerman. Kepolisian mengatakan sekelompok aktivis menyerang penjaga keamanan Vattenfall, merobohkan pagar, dan masuk ke pembangkit listrik.

Juru bicara perusahaan mengatakan, dalam aksinya para aktivis juga melempar sebuah petasan. Namun, juru bicara koalisi antinuklir dan batubara, Ende Gelaende, mengatakan aksi kekerasan dipicu oleh aparat kepolisian ketika aktivis hendak meninggalkan lokasi kejadian. Selain itu, demonstran pro batubara menyerang para aktivis dalam insiden tersebut.

Lebih dari 2.000 orang dari sejumlah negara di Eropa terlibat dalam unjuk rasa tersebut yang mencakup pemblokiran akses rel kereta api di beberapa lokasi selama lebih dari 40 jam. (AFP)

 

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home