Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 09:39 WIB | Senin, 04 April 2022

Politik Pakistan Tidak Stabil, PM Mengadapi Mosi Tidak Percaya

Seorang anggota parlemen Pakistan memegang foto mantan perdana menteri Nawaz Sharif saat dia berjalan menuju gedung parlemen untuk memberikan suaranya pada mosi tidak percaya untuk menggulingkan Perdana Menteri Imran Khan, di Islamabad, Pakistan, hari 3 April 2022. (Foto: Reuters)

ISLAMABAD, SATUHARAPAN.COM-Imran Khan untuk sementara selamat dari langkah yang hendak menggulingkannya sebagai perdana menteri Pakistan pada hari Minggu (3/4), karena ada penangguhan pemungutan suara mosi tidak percaya.

Itu terjadi ketika wakil ketua parlemen memblokir seruan mosi tidak percaya dengan menyebutnya sebagai tindakan tidak konstitusional.

Khan, yang nasibnya belum jelas, menyarankan presiden negara itu untuk membubarkan parlemen, karena menyebabkan ketidakstabilan politik baru di negara bersenjata nuklir berpenduduk 220 juta orang itu.

“Saya telah mengirim saran kepada presiden untuk membubarkan majelis,” kata Khan dalam pidato yang disiarkan televisi, merujuk pada legislatif nasional dan negara bagian.

Dia meminta negara untuk mempersiapkan pemilihan baru. Oposisi bersumpah untuk melawan blokade, yang dibuat oleh Wakil Ketua, Qasim Suri, dari partai politik Khan.

“Kami akan menggelar aksi duduk di Majelis Nasional (parlemen). Kami juga bergerak ke Mahkamah Agung hari ini,” Bilawal Bhutto Zardari, ketua oposisi Partai Rakyat Pakistan (PPP), mengatakan kepada wartawan.

Jika pemungutan suara berhasil dan oposisi tetap bersatu, Khan, mantan bintang kriket yang naik ke tampuk kekuasaan pada 2018 tetapi baru-baru ini kehilangan mayoritas parlemennya itu, akan diberhentikan dari jabatannya.

Sebuah surat kabar terkemuka baru-baru ini mengatakan Khan "sebaiknya berhenti," tetapi dia telah mendesak para pendukungnya untuk turun ke jalan pada hari Minggu menjelang pemungutan suara yang direncanakan. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home