Loading...
INDONESIA
Penulis: Endang Saputra 19:40 WIB | Senin, 25 Juli 2016

Politisi Gerindra Bantah Beri Rp 700 Juta ke Rohadi

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra Sareh Wiyono (tengah) meninggalkan Gedung KPK usai diperiksa di Jakarta, Jumat (22/7). Sareh diperiksa sebagai saksi dalam kasus pemberian suap kepada panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara dengan tersangka Rohadi terkait pengurusan perkara pelecehan seksual pedangdut Saipul Jamil. (Foto; Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR -RI) dari Fraksi Partai Gerindra Sareh Wiyono mengaku tidak pernah memberikan uang sebesar Rp 700 juta kepada Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi.

Uang Rp 700 juta tersebut diduga untuk kepentingan membeli alat-alat kesehatan di rumah sakit milik Rohadi di Indramayu Jawa Barat.

“Saya tidak pernah meminjamkan uang sebesar Rp 700 juta kepada Rohadi untuk membelikan alat-alat kesehatan,” kata Saleh di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, hari Senin (25/7).

Meski demikian, Sareh tak menampik kenal dekat dengan sosok Rohadi. Mengingat, Rohadi merupakan panitera pengganti dirinya di PN Jakarta Utara.

“Kami sering ketemu, tapi hanya silahturahmi saja, saya bertemu dengan Rohadi seminggu sebelum dia kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK,” kata dia.

“Saat saya diperiksa hanya ditanyakan oleh penyidik mengenai sosok Rohadi dan uang Rp 700 juta, tidak ditanyakan mengenai kasus Saiful Jamil, apalagi soal kasus perkara putusan Partai Golkar di PN Jakarta Utara,” kata dia.

Politisi Partai Gerindra ini  mengaku heran dirinya diperiksa oleh KPK pada hari Jumat (22/7) sebagai saksi untuk Rohadi dalam kasus suap PN Jakarta Utara dengan perkara vonis hukuman pedangdut, Saiful Jamil.

“Nggak ditanya apa-apa kok. Ini masalah biasa. Konfirmasi saja,” kata Sareh usai diperiksa di KPK.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home