Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 12:23 WIB | Selasa, 25 Oktober 2016

Polusi Udara Meningkatkan Hipertensi

Seorang pekerja migran langkah keluar dari tempat tinggalnya di daerah sebelah pembangkit listrik batu bara di Beijing. (Foto: voanews.com)

WASHINGTON , SATUHARAPAN.COM - Orang yang tinggal di wilayah yang memiliki polusi udara tinggi, dapat terkena risiko hipertensi, sebagai faktor utama penyebab penyakit jantung. Tekanan darah tinggi, menjadi penyebab utama kematian.

Sebuah studi baru-baru ini, yang meneliti penderita hipertensi pada 41.000 orang di lima negara yang berbeda, Norwegia, Swedia, Denmark, Jerman dan Spanyol, selama lima sampai delapan tahun. Hal ini merupakan penelitian jangka panjang yang dikenal sebagai Eropa Studi Kohort untuk Efek Polusi Udara (ESCAPE), yang berfokus pada masalah kesehatan yang berhubungan dengan polusi.

Pada penelitian yang diawali pada tahun 2008, tak satu pun dari peserta melaporkan mengalami tekanan darah tinggi atau minum obat untuk mengontrolnya. Kemudian pada tahun 2011, dilaporkan sejumlah 6.200 orang mengalami hipertensi dan mulai meminum obat penurun tekanan darah. Mereka, sebagian besar tinggal di daerah perkotaan di mana polusi udara tertinggi.

Polusi udara diukur dalam mikrogram partikel per meter kubik. Para peneliti menemukan, bahwa untuk setiap lima mikrogram per meter kubik partikel, hipertensi meningkat seperlima atau 22 persen pada orang yang hidup di daerah yang paling tercemar.

Epidemiologi Barbara Hoffmann, yang bekerja untuk Pusat Kesehatan dan Masyarakat di Heinrich-Heine University di Jerman dan yang  memimpin penelitian, mengatakan, banyak kasus tekanan darah tinggi bisa dicegah.

"Jadi ini adalah hasil yang sangat penting, jika Anda dapat melihat bahwa sesuatu yang Anda benar-benar dapat ubah. Maksudku, kita benar-benar dapat mengurangi polusi udara, untuk kepentingan kesehatan,” kata Hoffman.

Penemuan ini dipublikasikan dalam European Heart Journal.

Hoffmann mengatakan, peneliti sekarang akan mempelajari wilayah di mana polusi rendah, dan melihat efek kesehatan dari udara bersih.

"Tapi ini tentu saja penting dalam hal peraturan, karena Anda ingin mengatur polusi udara turun ke tingkat di mana tidak menimbulkan dampak bagi kesehatan. Jadi, itu sangat penting untuk mengupayakan daerah agar berpolusi yang rendah, sehingga tidak berdampak bagi kesehatan," kata Hoffman.

Karena polusi udara menjadi penyebab masalah kesehatan, menimbulkan peradangan paru-paru,  kemudian menyebar ke seluruh tubuh, akhirnya mengarah ke pembuluh darah dan kerusakan jantung. (voanews.com)

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home