Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 17:49 WIB | Rabu, 29 Januari 2020

Prancis Akan Pelajari Proposal Perdamaian Trump

Negara-negara Arab Bertemu, Sabtu
Warga Palestina menggelar demonstrasi menolak proposan perjanjian perdamaian antara Israel dan Pelstina yang diajukan Presiden AS, Donald Trump. (Foto dari AFP)

PARIS, SATUHARAPAN.COM- Prancis mengatakan pihaknya menyambut upaya terbaru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump ,untuk mencapai kesepakatan damai antara Israel dan Palestina. Namun Prancis harus mempelajari proposal itu lebih dulu dengan seksama.

Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa (28/1) mengajukan rencana perdamaian dengan mengusulkan pembentukan negara Palestina sebagai bagian dari rencana perdamaian Timur Tengah.

Namun usulan Trump itu mengundang kecaman pihak Palestina karena memaksakan syarat yang ketat dan menyetujui untuk membiarkan Israel mempertahankan kendali atas permukiman di Tepi Barat yang lama diperebutkan.

"Perancis menyambut baik upaya Presiden Trump dan akan mempelajari dengan cermat program perdamaian yang telah dia presentasikan," kata sebuah pernyataan dari kementerian luar negeri Prancis, yang juga menegaskan kembali keinginan Prancis untuk solusi dua negara tentang Israel dan Palestina, menurut laporan Reuters.

Pertemuan Negara-negara Arab

Sementara itu, pada hari Sabtu (1/2) pekan ini, para menteri luar negeri negara-negara Arab diperkirakan akan bertemu atas permintaan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, untuk menyampaikan apa yang diharapkan Otoritas Palestina (PA). Kemungkinan hal itu akan menjadi penolakan tegas terhadap proposal perdamaian yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump.

Abbas tidak merahasiakan penolakannya terhadap proposal tersebut. Dia telah berulang kali mengatakan penolakan rencana AS tentang perdamaian, dan menuduh menghilangkan hak-hak Palestina. Awal pekan ini Abbas menolak menerima telepon dari Trump. Dan pada hari Selasa (28/1), tepat sebelum Trump mengumumkan perjanjiannya, Abbas melangkah jauh melewati batas diplomasi, menyebut Trump sebagai "anjing dan anak anjing," menurut laporan Al Ahram.

Pada hari Selasa Trump mengungkapkan apa yang dia katakan sebagai dokumen paling detail, dalam 80 halaman, dengan "peta konseptual" untuk penyelesaian perdamaian akhir.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home