Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Sabar Subekti 11:47 WIB | Rabu, 27 Januari 2021

Prancis: Atlet Olimpiade Yang Tidak Divaksin Akan Hadapi Kesulitan

Presiden Komite Olimpiade dan Olah Raga Nasional Prancis (CNOSF), Denis Masseglia, memegang logo tersebut saat menghadiri presentasi pencalonan Paris untuk Olimpiade dan Paralimpiade 2024 di Paris, Prancis. (Foto: dok. Reuters)

PARIS, SATUHARAPAN.COM-Atlet yang ingin bertanding di Olimpiade Tokyo tahun ini tanpa divaksinasi virus corona akan menghadapi kondisi yang sangat sulit, kata ketua Komite Olimpiade Prancis (CNOSF).

Lebih dari 15.000 peserta diharapkan hadir pada Olimpiade Tokyo, yang akan dimulai pada 23 Juli. Ajang olah raha dunia ini ditunda tahun lalu karena COVID-19. Namun Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, mengatakan bahwa meskipun peserta akan dianjurkan untuk divaksinasi, tetapi hal itu tidak wajib.

Presiden CNOSF, Denis Masseglia, mengatakan bahwa, meskipun dia memahami bahwa para pesaing Olimpiade tidak dapat melewati antrian vaksin, atlet yang tidak divaksinasi akan merasa "sangat sulit" di Tokyo.

“Antara sekarang dan (penyelengaraan) Olimpiade, kami dapat berpikir bahwa ada kemungkinan mereka divaksinasi tanpa menghukum orang lain,” katanya di kutip harian olahraga “L’Equipe” dalam pertemuan komite Prancis pada hari Senin (25/1).

Menurut Masseglia, atlet harus menghadapi "bentuk karantina" sekali di Jepang dan tes harian mungkin diperlukan.

Penyelenggara Olimpiade Tokyo sebelumnya mengatakan bahwa para atlet tidak harus menjalani karantina wajib selama 14 hari yang harus dilakukan oleh para pendatang di Jepang saat ini.

Masseglia mengatakan dia telah "sedikit lebih cepat" dalam memprediksi kesulitan besar bagi atlet yang tidak divaksinasi. “Tidak diketahui apakah Olimpiade akan diadakan secara tertutup atau dengan penonton. Prioritasnya adalah dan tetap pada kesehatan para atlet dan (penduduk) Jepang. "

Minggu lalu, Jepang dan IOC berkomitmen kembali untuk menyelenggarakan Olimpiade tahun ini, menyangkal laporan di surat kabar “Times”Inggris bahwa pemerintah secara pribadi menyimpulkan Olimpiade harus dibatalkan. IOC akan mengadakan pertemuan dewan eksekutif di Swiss pada hari Rabu (27/1) ini. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home