Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 17:38 WIB | Senin, 05 Desember 2016

Presiden Tegaskan Pembangunan Kilang Bontang Tidak Dipindah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan kata sambutan pada acara penyerahan Sertifikat Tanah Program Strategis Tahun 2016 di Balikpapan Sport and Convention Center, hari Senin (5/12). (Foto: BPMI Setpres)

BALIKPAPAN, SATUHARAPAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya pada acara penyerahan Sertifikat Tanah Program Strategis Tahun 2016 di Balikpapan Sport and Convention Center, hari Senin (5/12), menegaskan pembangunan kilang minyak dan zona pupuk tetap akan dilakukan di Provinsi Kalimantan Timur.

"Yang berkaitan dengan masalah kilang minyak (refinery) dan zona pupuk, saya sampaikan tidak akan dipindahkan ke provinsi lain. Tetap di Provinsi Kalimantan Timur," kata Presiden Jokowi disambut dengan tepuk tangan hadirin.

Selain itu, terkait dengan pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Presiden Joko Widodo menargetkan bahwa pembangunan tersebut akan diselesaikan pada akhir tahun 2018. Persoalan pembebasan lahan sendiri telah diselesaikan oleh pemerintah daerah setempat.

"Ini tadi malam langsung saya rapatkan dengan Menteri Pekerjaan Umum. Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, semuanya pembebasan lahan sudah dibereskan oleh Gubernur, sekarang penyelesaiannya ada di kementerian. Ini akan diselesaikan maksimal insya Allah akhir 2018," katanya.

Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak juga akan menggarap rencana pembangunan Jalan Tol yang menghubungkan Samarinda dengan Bontang. Terhadap rencana tersebut, Awang pun meminta persetujuan Presiden Joko Widodo secara langsung.

"Kemudian ada permintaan lagi, tol Samarinda-Bontang. Yang ini (tol Balikpapan-Samarinda) belum selesai, Pak Gubernur sudah minta lagi. Tadi malam saya rapatkan lagi dengan Menteri Pekerjaan Umum, tadi pagi baru selesai. Sudah, kita berikan lagi (izin), tidak ada masalah. Silakan nanti ditindaklanjuti, sudah saya putuskan tadi pagi," kata Presiden yang membuat suasana seisi ruangan kembali riuh.

Namun demikian, Presiden Jokowi  mewanti-wanti jajarannya. Presiden sekali lagi mengingatkan bahwa pembangunan yang dilakukan harus dapat diselesaikan dengan cepat agar rakyat dapat segera merasakan manfaat dari pembangunan tersebut.

"Yang mendapatkan manfaat akhir adalah rakyat. Kalau jalan ini selesai semuanya, biaya untuk logistik sembako menjadi murah, biaya transportasi murah, harga-harga barang juga akan murah pada akhirnya," katanya.

Pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda merupakan salah satu program strategis dan prioritas nasional dari pemerintah. Sebelumnya, pada 9 Juni 2016 lalu, Presiden Joko Widodo menyaksikan langsung penandatanganan proyek strategis dan prioritas nasional di Istana Negara, Jakarta.

Terdapat enam proyek strategis dan prioritas nasional yang saat itu disepakati, yakni proyek PLTU Batang (Jawa Tengah), Jalan Tol Manado-Bitung, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Jalan Tol Pandaan-Malang, Jalan Tol Serpong-Balaraja, dan Jalan Tol Terbanggi Besar-Kayuagung.

Saat itu, Presiden Joko Widodo menyebut bahwa dalam proyek-proyek strategis tersebut, pemerintah pusat akan turun langsung menyelesaikan segala permasalahan yang ada. Sebab, proyek-proyek tersebut dinilai memiliki kepentingan yang mendesak dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat sekitar. (Setpres)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home