Loading...
INDONESIA
Penulis: Ignatius Dwiana 06:53 WIB | Minggu, 06 Oktober 2013

Program Pemuda Melek di Politik SMA Santa Ursula Jakarta

Program Pemuda Melek di Politik SMA Santa Ursula Jakarta
Aksi pantomim bergaya patung pemuda dengan pesan protesnya, Berikan Kami Kebebasan Berbicara dan 1998: Pemuda Dibungkam. (Foto Ignatius Dwiana)
Program Pemuda Melek di Politik SMA Santa Ursula Jakarta
Aksi pantomim bergaya patung pemuda dengan pesan yang disampaikan via gadget, 2013: Era Kebebasan Bersuara.
Program Pemuda Melek di Politik SMA Santa Ursula Jakarta
Acara diskusi panel.
Program Pemuda Melek di Politik SMA Santa Ursula Jakarta
Pameran lomba fotografi, lomba instagram, lomba desain grafis, dan lomba lukis.
Program Pemuda Melek di Politik SMA Santa Ursula Jakarta
Seksi Humas OSIS SMA Santa Ursula Adriana di kiri dan Ketua BP OSIS SMA Santa Ursula Dativa Natasha.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Banyak pemuda yang menyalahkan situasi politik Indonesia yang amburadul tanpa tahu penyebabnya. Akibatnya, golongan putih (golput) atau tidak memilih di Pemilu menjadi pilihan. Demokrasi dan juga politik tidak lagi dipedulikan. Latar belakang itu yang mendorong Badan Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (BP OSIS) SMA Santa Ursula kepengurusan 2013-2014 supaya pemuda melek politik.

Acara yang bernama ‘Gema Genta: Pemuda Punya Suara’ ini merangkum pelbagai kegiatan yang berlangsung di SMA Santa Ursula Jakarta pada hari Sabtu (5/10) hingga Minggu (6/10). Di antaranya lomba fotografi, lomba instagram, lomba desain grafis, lomba lukis, dengan tema ‘Republik Mimpi’. Ada pula lomba orasi dengan tema ‘Jika Aku Menjadi Presiden’.  Film dokumenter ‘The Act of Killing’ karya sutradara Joshua Oppenheimer turut diputar di acara ini.

Selain itu juga digelar ‘Provocative Proactive’ bertema ‘Indonesia: Negara Gagal’ dengan menghadirkan J-Flow, Ryan Adriandhy, Pangeran Siahaan, dan Adriano Qalbi. Diselingi pula stand up comedy oleh Adriano Qalbi. Ketua Badan Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (BP OSIS) Dativa Natasha mengatakan bahwa mereka diundang supaya menarik pemuda memahami situasi politik dengan pembawaannya yang gaya anak muda, lucu, dan tidak membosankan. Desain acara ‘Gema Genta’ ini memang dikemas semenarik mungkin dengan gaya anak muda.

Setelah ‘Provocative Proactive’ digelar diskusi yang lebih mendalam tentang situasi politik Indonesia dengan diskusi panel bertema ‘Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat’. Hadir dalam diskusi ini sebagai narasumber di antaranya Mantan Menteri dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Akbar Tanjung, Anggota Komisi III DPR-RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eva Kusumah Sundari, Jurnalis Jakarta Post Ridwan Sijabat, dan peneliti senior Center for Strategic and International Studies (CSIS) J. Kristiadi. Sebagai moderator dalam diskusi ini adalah seniman Butet Kartaredjasa.

Dativa Natasha mengatakan,”Kami mengajak dulu supaya bisa lebih tertarik. Setelah itu kami adakan diskusi panel ke arah yang lebih mendalam. Jadi ketika mereka lebih tertarik baru kita dalamkan materinya.”

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home