Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Febriana Dyah Hardiyanti 16:01 WIB | Jumat, 03 Maret 2017

PT Jaya Ancol Alokasikan Lahan Rute MRT Bundaran HI-Ancol

Ilustrasi: Seorang petugas melintas di jalur terowongan bawah tanah Mass Rapid Transit (MRT) yang berada di stasiun Dukuh Atas yang saat ini sudah mencapai sepanjang 682,5 meter dari stasiun bundaran Hotel Indonesia di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (28/7). Direncanakan pengerjaan pengeboran bersama dengan keempat mesin bor atau tunnel boring machine (TBM) akan selesai pada akhir tahun 2016. (Foto: Dok satuharapan.com/ Dedy Istanto)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – PT Pembangunan Jaya Ancol akan memberikan alokasi lahan kepada PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta terkait pembangunan fase kedua, yakni pengembangan stasiun dan depo dengan rute Bundaran HI-Ancol Timur sepanjang 13,5 kilometer.

Pengerjaan fase kedua ini rencananya dimulai pada tahun 2019 dan ditergetkan sudah mulai beroperasi pada tahun 2021.

Menindaklanjuti hal itu, PT MRT Jakarta dan PT Pembangunan Jaya Ancol, hari Jumat (3/3), melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (NKB). NKB ditandatangani oleh keduanya disaksikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Dalam kesepakatan itu, PT MRT Jakarta diwakili oleh Presiden Direktur MRT Jakarta, William Sabandar, sedangkan, dari PT Pembangunan Jaya Ancol diwakili oleh Direktur Utama, C Paul Tehusijarana.

“Kerja sama kedua BUMD DKI Jakarta ini merupakan wujud dari sinergi dalam meningkatkan fasilitas masyarakat, termasuk akses masyarakat menuju kawasan Ancol supaya lebih mudah dan terjangkau,” ujar William Sabandar.

Perluasan wilayah ini, lanjut dia, akan mendukung perubahan gaya hidup menggunakan transportasi publik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Jakarta dan wilayah penyangga.

MRT digadang-gadang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan sarana transportasi cepat massal yang akan menjadi salah satu solusi mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta.

Pasca tinjauan Presiden Joko Widodo ke Stasiun MRT Jakarta di Setiabudi pada tanggal 23 Februari 2017 lalu, secara garis besar pengerjaan MRT Jakarta sampai saat ini adalah 65 persen. Pengerjaan MRT Jakarta struktur bawah tanah telah selesai 80 persen, sementara struktur layang sendiri telah selesai hingga 50 persen.

Upaya percepatan penyelesaian proyek dilakukan agar MRT Jakarta dapat beroperasi pada tanggal 1 Maret 2019. Pada fase pertama, panjang jalur Lebak Bulus-Bundaran HI adalah 16 kilometer dan akan melayani 173.400 penumpang setiap hari melalui 16 set kereta, 14 set kereta operasi, dan dua kereta cadangan. Seluruhnya akan memakan total tempuh 30 menit dengan jarak antar kereta lima menit sekali.

Diketahui, fase ketiga, yakni Cikarang - Balaraja sepanjang 87 kilometer akan mulai dibangun pada tahun 2020 dan diharapkan selesai pada tahun 2024-2027.

MRT mulai dibangun pada tahun 2013 dan membentang sepanjang kurang lebih 110 kilometer dari Utara-Selatan dan Barat-Timur. (PR)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home