Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 19:38 WIB | Minggu, 07 Februari 2016

Puluhan Aktivis HAM Peringati 27 Tahun Pelanggaran HAM Talangsari

Puluhan Aktivis HAM Peringati 27 Tahun Pelanggaran HAM Talangsari
Pegiat hak asasi manusia (HAM) dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menggelar aksi peringatan 27 tahun peristiwa Talangsari, Lampung yang diduga ada pelanggaran HAM berat di Taman Poenogoro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/2). KontraS meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk serius menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu yang sudah diselidiki oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang sudah dilimpahkan ke Kejakasaan Agung. (Foto-foto: Dedy Istanto).
Puluhan Aktivis HAM Peringati 27 Tahun Pelanggaran HAM Talangsari
Puluhan aktivis HAM KontraS saat menggelar aksi konfigurasi bertuliskan Masing Ingat sebagai bagian dari aksi mengingatkan kembali peristiwa Talangsari yang terjadi 27 tahun lalu di tanggal 7 Februari 1989 di Taman Poenogoro, Jakarta Pusat.
Puluhan Aktivis HAM Peringati 27 Tahun Pelanggaran HAM Talangsari
Salah satu pegiat HAM saat menggelar aksi peringatan 27 tahun peristiwa Talangsari, Lampung membawa payung hitam sebagai bentuk aksi di Taman Poenogoro, Jakarta Pusat.
Puluhan Aktivis HAM Peringati 27 Tahun Pelanggaran HAM Talangsari
Para aktivis HAM saat menggelar aksi peringatan 27 tahun peristiwa Talangsari yang membawa konfigurasi kata bertuliskan Masing Ingat sebagai pesan moral terhadap peristiwa itu yang sampai saat ini belum terselesaikan.
Puluhan Aktivis HAM Peringati 27 Tahun Pelanggaran HAM Talangsari
Salah satu pegiat HAM membawa payung hitam bertuliskan peristiwa selesaikan kasus Talangsari dalam rangka peringatan 27 tahun Talangsari yang terjadi di Lampung tanggal 7 Februari tahun 1989.
Puluhan Aktivis HAM Peringati 27 Tahun Pelanggaran HAM Talangsari
Aksi peringatan 27 tahun peristiwa Talangsari, Lampung yang digelar oleh puluhan pegiat HAM dari KontraS di Taman Poenogoro, Menteng, Jakarta Pusat.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Pegiat hak asasi manusia (HAM) dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menggelar aksi peringatan 27 tahun peristiwa Talangsari, Lampung di Taman Poenogoro, Menteng, Jakarta Pusat, hari Minggu (7/2).

“Hari ini merupakan momentum peristiwa Talangsari yang terjadi 27 tahun lalu. Kita ingin mengingatkan kembali kepada pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) terhadap kasus-kasus pelanggaran HAM di masa lalu melalui mekanisme yudisial,” ujar Ferry Kurniawan salah satu staff KontraS.

Ferry menambahkan, Presiden Jokowi sudah menjanjikan untuk penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu yang sampai saat ini belum ada progresnya. Dia menilai pemerintah belum serius, karena selama ini kasus-kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu sudah dilakukan penyelidikan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan sudah direkomendasikan kepada Kejaksaan Agung bersama enam kasus pelanggaran HAM lainnya. Mereka juga meminta berkas kasus itu untuk dilakukan penyidikan, karena ada dugaan terjadi pelanggaran HAM berat yang terjadi di dalam kasus tersebut.

Selanjutnya mereka meminta kepada Kejaksaan Agung untuk menindaklanjuti rekomendasi tersebut untuk dilakukan penyidikan. Namun sampai hari ini Jaksa Agung HM Prasetyo belum juga melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut. Atas hal itu mereka menuntut kepada Presiden Joko Widodo untuk menggantikan HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung karena dinilai tidak ada kerja sama terhadap proses dalam melakukan penyidikan terhadap kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu.

Aksi peringatan 27 Tahun Talangsari, Lampung diikuti oleh puluhan aktivis HAM yang melakukan aksi diam sambil membawa atribut konfigurasi bertuliskan “#MasihIngat sebagai pesan moral untuk mengingatkan kembali terhadap kasus tersebut.

Peristiwa Talangsari terjadi pada tanggal 7 Februari tahun 1989 merupakan insiden antara kelompok masyarakat dengan aparat keamanan di Dusun Talangsari III, Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur. Akibat peristiwa itu, sebanyak 27 orang  tewas dan sekitar 173 warga ditangkap, namun hanya 23 orang yang hanya sampai di pengadilan.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home