Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 14:09 WIB | Kamis, 28 April 2016

Pusdiklat Kemendag Dorong Revolusi Mental Pegawai

Ilustrasi: Diskusi yang digagas oleh Adhie Massardi membahas tentang Revolusi Mental yang ditulis oleh Joko Widodo (Jokowi) menjadi pembahasan oleh pembicara yang dihadiri oleh Hamdi Muluk, Siti Zuhroh dan Margarito Kamis di Geleri Cafe Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis (15/5/2014). (Foto: Dok. satuharapan.com/Dedy Istanto).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Perdagangan Kementerian Perdagangan meloloskan 9 makalah dari puluhan makalah yang dikirimkan dalam kegiatan call for paper untuk 1st National Seminar On Trade and Development.

Salah satu makalah yang lolos memaparkan bahwa melalui strategi implementasi yang tepat, revolusi mental mampu memperkuat daya saing bangsa, terutama dalam menciptakan dan mengembangkan modernisasi infrastruktur bangsa.

Kepala Pusdiklat Perdagangan, Parluhutan Tado Sianturi, mengungkapkan bahwa salah satu pembuat makalah revolusi mental ini adalah Rizal Himawan dari Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan.

"Makalah ini merupakan salah satu yang terbaik yang berhasil lolos seleksi untuk dipresentasikan dalam seminar," ujar Parluhutan Tado Sianturi dalam keterangan tertulis, hari Kamis (28/4).

Pada penyelenggaraan 1st National Seminar On Trade and Development ini Pusdiklat Perdagangan Kementerian Perdagangan mengangkat tema “Revolusi Mental Masyarakat Indonesia dan Modernisasi Infrastruktur Perdagangan untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa”.

“Seminar ini wadah penting untuk bertukar pikiran dan pendapat serta berbagi informasi mengenai revolusi mental dan modernisasi infrastruktur perdagangan,” ujar Parluhutan saat membuka seminar tersebut di Kampus Pusdiklat Perdagangan, pada 21 April 2016 lalu.

Menurutnya, Kementerian Perdagangan berkomitmen aktif mendorong revolusi mental masyarakat Indonesia. Makalah Rizal Himawan memberikan persepsi penting bagi pelaksanaan kebijakan revolusi mental di lingkungan Kemendag.

"Pusdiklat Perdagangan Kementerian Perdagangan terus mengembangkan revolusi mental ini sebagai bagian penting visi dan misi Presiden, terutama meningkatkan daya saing bangsa melalui revolusi mental," katanya.

Pada seminar tersebut, kesembilan pemakalah masing-masing mempresentasikan materinya mengenai peningkatan daya saing.

Mereka adalah lima pegawai Kementerian Perdagangan yang berasal dari unit kerja Balai Pengelolaan Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) Direktorat Metrologi, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI), Ditjen Perdagangan Dalam Negeri (Ditjen PDN), Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3), serta dari Pusdiklat Perdagangan. Sedangkan 4 lainnya berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS), Lembaga Administrasi Negara (LAN), Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Badan Diklat Provinsi Sumetera Para pemakalah mempresentasikan makalahnya dalam tiga kelompok.

Pada kelompok pertama, Vera Lisna dari BPS menyatakan bahwa berdasarkan data antarwaktu, kinerja pergulaan nasional terutama dipengaruhi oleh produksi domestik dan serta impor. Gusnida dari Badan Diklat Provinsi Sumatera Barat yang menggunakan Kabupaten Padang Pariaman sebagai sampel menyatakan kontribusi UKM terhadap pembangunan ekonomi cukup besar.

Kelompok ke-2, pemakalah Rahayu Widyantini dari BBPPEI menyoroti bahwa sistem resi gudang untuk komoditas bawang merah memberikan manfaat lebih secara finansial bagi produsen, pengelola, serta pedagang.

Sedangkan, Dindin Supratman dari Balai Diklat BNN menyoroti pelayanan publik dan menyimpulkan perlu adanya perancangan arah baru atau model reformasi birokrasi yang mendukung demokratisasi dan terbentuknya clean and good governance.

Sementara itu di kelompok ke-3, Kumara Jati dari Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan melakukan analisis kebijakan harga pokok, dengan kesimpulan perlu adanya konsistensi kebijakan dalam pangan jika pemerintah berniat mempertahankan target swasembada pangan pada 2019.

Anita dari Pusat Kajian, Pendidikan, dan Pelatihan Aparatur II LAN (PKP2A LAN II) Makassar menyoroti prajabatan dan revolusi mental dengan kesimpulan pegawai negeri sipil sebagai kunci keberhasilan pembangunan di Indonesia perlu didukung sistem pengembangan karir yang mendorong sistem merit secara konsisten.

Seminar dihadiri 100 peserta yang terdiri dari pegawai Kementerian Perdagangan, kalangan profesional, perguruan tinggi, dan peserta umum.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home