Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 15:01 WIB | Kamis, 06 Oktober 2022

Putin Berharap Wilayah Yang Dianeksasi Akan Stabil

Konvoi militer Rusia terlihat di jalan menuju Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia, di Enerhodar, wilayah Zaporizhzhia, di wilayah di bawah kendali militer Rusia, Ukraina tenggara, pada 1 Mei 2022. (Foto: dok. AP)

MOSKOW, SATUHARAPAN.COM-Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan pada hari Rabu (5/10) bahwa ia mengharapkan situasi di wilayah Ukraina yang dianeksasi oleh Kremlin "stabil", setelah Moskow mengalami kemunduran militer di sana, kehilangan beberapa kota kunci dikuasai lagi oleh Kiev.

“Kami sedang bekerja dengan asumsi bahwa situasi di wilayah baru akan stabil,” kata Putin selama pembicaraan video yang disiarkan televisi dengan guru-guru Rusia.

Dia mengatakan bahwa hasil dari apa yang disebut referendum untuk bergabung dengan Rusia yang diselenggarakan oleh Moskow di wilayah yang direbut oleh tentaranya “lebih dari meyakinkan.”

“Sejujurnya, hasil referendum tidak hanya membuat saya senang, tetapi juga mengejutkan saya,” kata Putin. “Mereka tidak diragukan lagi.”

Barat dan Ukraina mengecam pemungutan suara, yang diselenggarakan dengan tergesa-gesa oleh Moskow ketika pasukan Kiev maju, dan menyebut itu sebagai palsu.

Putin mencaplok empat wilayah Ukraina dalam upacara besar Kremlin pekan lalu, menyatakan bahwa penduduk mereka akan menjadi orang Rusia "selamanya."

Dia berbicara ketika tentara Rusia di Ukraina telah menderita kerugian militer yang signifikan di wilayah yang dicaplok. Sebelumnya pada hari Rabu, Moskow berjanji untuk mengambil kembali tanah yang hilang dari Kiev. (AFP)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home