Loading...
EKONOMI
Penulis: Sabar Subekti 18:18 WIB | Minggu, 18 Juli 2021

Ratu Belanda Resmikan Jembatan Yang Dibuat dengan Cetak 3D

Ratu Belanda Resmikan Jembatan Yang Dibuat dengan Cetak 3D
Jembatan pejalan kaki baja dibuat dengan cetak 3D membentang di kanal di jantung distrik lampu merah di Amsterdam, Belanda, hari Kamis (15/7). (Foto-foto: AP/Aleksandar Furtula)
Ratu Belanda Resmikan Jembatan Yang Dibuat dengan Cetak 3D
Ratu Belanda Resmikan Jembatan Yang Dibuat dengan Cetak 3D

AMSTERDAM, SATUHARAPAN.COM-Ratu Belanda, Maxima, bekerja sama dengan robot kecil pada Kamis (15/7)  untuk mengangkat jembatan penyeberangan baja yang dicetak 3D di atas kanal di jantung distrik lampu merah Amsterdam.

Maxima menekan tombol hijau yang menggerakkan lengan robot untuk memotong pita melintasi jembatan dengan gunting.

Jembatan 12 meter (40 kaki) dengan hiasan garis-garis dibuat menggunakan teknik pencetakan 3D yang disebut manufaktur aditif kawat dan busur yang menggabungkan robotika dengan pengelasan.

Tim Geurtjens, dari perusahaan MX3D, mengatakan jembatan itu menunjukkan kemungkinan pengunaan dan pengembangan teknologi tersebut.

“Jika Anda ingin memiliki jembatan yang benar-benar berdekorasi tinggi atau jembatan yang sangat estetis, tiba-tiba menjadi pilihan yang baik untuk mencetaknya,” katanya.

“Karena ini bukan hanya tentang membuat segalanya lebih murah dan lebih efisien bagi kami, ini tentang memberi arsitek dan desainer alat baru, alat baru yang sangat keren, di mana mereka dapat memikirkan kembali desain arsitektur dan desain mereka.”

Struktur seberat enam ton akan dimuat dengan sensor yang akan digunakan oleh para peneliti di Imperial College London untuk memantau jembatan secara real time dan mengukur bagaimana reaksinya saat digunakan oleh pejalan kaki.

Ini akan tetap di tempat selama dua tahun, sementara jembatan yang sebelumnya membentang kanal akan direnovasi.

Micha Mos, seorang anggota dewan di kota Amsterdam, mengatakan jembatan itu dapat membantu mendatangkan turis baru karena kota itu berusaha membersihkan lingkungan yang dikenal dengan klub kumuh dan pesta yang berisik.

“Ini mungkin menarik pengunjung jenis baru, yang lebih tertarik pada arsitektur dan desain, yang akan membantu mengubah cara lingkungan dianggap lebih sebagai sesuatu yang ingin Anda kunjungi tetapi dengan rasa hormat daripada yang telah terjadi selama beberapa dekade terakhir," katanya. (AP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
LAI Got talent
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home