Loading...
SAINS
Penulis: Melki Pangaribuan 16:08 WIB | Jumat, 13 Maret 2020

Ratusan Guru TK Jayapura Ikuti Loka Karya Merdeka Belajar

Para guru dan kepala sekolah TK di Kota Jayapura yang ikuti workshop merdeka belajar yang digelar oleh IGTK bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, di Kota Jayapura, Papua. (Foto: Antara)

JAYAPURA, SATUHARAPAN.COM - Sebanyak 220 guru dan kepala sekolah taman kana-kanak (TK) di Kota Jayapura, Papua, mengikuti loka karya (workshop) 'merdeka belajar' yang digelar oleh Ikatan Guru TK Indonesia (IGTK) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura.

Kepala Bidang PAUD/Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Clif K M.Pd di Kota Jayapura, Kamis mengatakan kegiatan itu telah berlangsung sejak Rabu (11/03) hingga Jumat diikuti oleh 220 peserta dari 67 TK di Kota Jayapura.

Tujuan dari workshop merdeka belajar ini, kata dia, di antaranya agar guru menjadi penggerak dan berperan dalam mengubah cara pandang anak-anak.

"Merdeka belajar artinya merdeka bermain, merdeka bergerak dan guru merdeka yakni merdeka menulis, merdeka lakukan eksplorasi, merdeka berkreasi dan inovasi," katanya.

Selain diberikan materi di dalam kelas, kata dia, selama dua hari terakhir ratusan guru TK itu turun lapangan untuk praktekkan merdeka belajar yang sesungguhnya agar bisa dilihat murid merdeka seperti apa dan guru merdeka seperti apa.

"Jadi, guru siapkan apa saja sesuai tema pembelajaran dan anak dibiarkan bereksplorasi sesuai tema untuk berkreasi dengan jalan pikirannya sampai selesai. Bila belum selesai bisa dilanjutkan besok hari. Jadi, anak-anak diberikan kebebasan untuk berkolaborasi, berkreasi," kata Clif.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Dr Fachrudin Pasolo M.Pd mengatakan bahwa merdeka belajar itu sebenarnya lebih memberikan keleluasaan kepada para murid dan guru dalam belajar dan mengajar.

"Pematerinya dari Jakarta dan pihak terkait lainnya. Beda pembelajaran sistem lama dan merdeka belajar itu hanya kepada pemberian kemampuan murid untuk berkreasi dan berkolaborasi, guru hanya jadi pengarah, sementara potensi itu dari anak-anak," katanya.

"Intinya lebih banyak kepada pendidikan karakter, akhlak bisa baik, bisa bersikap dan perilaku sopan santun dan budi pekerti, ini sebenarnya yang diharapkan dari merdeka belajar," katanya. (Ant)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home