Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 12:29 WIB | Senin, 07 Desember 2015

Respons Paket Kebijakan Ekonomi VII, Senin Rupiah Menguat

Ilustrasi: uang dolar dan rupiah. (Foto: Dok. satuharapan.com/Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, hari Senin (7/12) pagi, bergerak menguat 14 poin menjadi Rp13.820 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.834 per dolar AS.

"Nilai tukar rupiah secara umum masih bertahan positif dan relatif stabil. Respons atas Paket Kebijakan Ekonomi VII yang diluncurkan akhir pekan lalu, Jumat (4/12), diperkirakan dampaknya ke perekonomian domestik dapat lebih signifikan dalam waktu yang relatif lebih cepat," kata ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta, di Jakarta, hari Senin (7/12).

Ia mengemukakan Paket Kebijakan Ekonomi VII telah dikeluarkan pada akhir pekan lalu Jumat (4/12) yakni mengenai keringanan pajak penghasilan pasal 21 (PPh 21) bagi pegawai yang bekerja pada industri padat karya.

Kemudian, revisi Peraturan Pemerintah Nomor 18/2015 tentang Fasilitas Pajak Penghasilan Untuk Penanaman Modal di Bidang-bidang Usaha Tertentu dan/atau di Daerah-daerah Tertentu, dan percepatan dan kemudahan dalam penerbitan sertifikat tanah.

"Kebijakan ekonomi akan positif bagi pasar meski dibayangi potensi dolar AS yang dapat kembali menguat menyusul beberapa data ekonomi Amerika Serikat yang membaik," katanya.

Ia mengatakan data tenaga kerja nonpertanian yang naik melebihi ekspektasi mempertegas rencana kenaikan bank sentral Amerika Serikat pada pertengahan Desember 2015 mendatang.

Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova, menambahkan bahwa sentimen inflasi Indonesia yang rendah pada tahun 2015 ini juga masih menjadi salah satu faktor yang menopang mata uang rupiah terhadap dolar AS. Diproyeksikan target inflasi Bank Indonesia pada tahun 2015 ini dapat tercapai yang sebesar 4,0 persen dengan deviasi plus minus 1,0 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahun kalender Januari-November 2015 mencapai 2,37 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (year on year/yoy) 4,89 persen.

Selain inflasi, lanjut dia, proyeksi data neraca perdagangan Indonesia periode November yang diperkirakan kembali mencatatkan surplus juga menjadi salah satu penopang bagi rupiah.(Ant)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home