Loading...
INDONESIA
Penulis: Sabar Subekti 11:46 WIB | Selasa, 18 Februari 2014

Ribuan Rumah Rusak, Korban Gunung Kelud Butuh Bahan Bangunan

Rumah warga di Kabupaten Kediri yang rusak akibat letusan Gunung Kelud, Kamis ( 13/2) malam. (Foto: Ist)

KEDIRI, SATUHARAPAN.COM - Para pengungsi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, membutuhkan bahan (materil) bangunan yang bisa dimanfaatkan untuk kembali membangun rumah mereka yang rusak pasca erupsi Gunung Kelud (1.730 mdpl).

"Bantuan logistik mencukupi, tetapi untuk mereka (para pengungsi) kami harapkan bantuan bahan bangunan," kata Wakil Bupati Kediri Masykuri di Kediri, Selasa (18/2).

Secara kasar sudah diketahui terdapat 3.224 bangunan rusak berat dan 2.192 bangunan rusak ringan. Bangunan itu terdiri dari rumah, sekolah, ataupun fasilitas umum lainnya. "Jumlah itu masih sementara, masih kasar. Bisa jadi bertambah," kata dia.

Pemulihan saat ini memang difokuskan untuk perbaikan bangunan. Nantinya, akan bekerjasama dengan TNI untuk perbaikan tersebut.

Upaya untuk perbaikan masih menunggu kondisi Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, itu kembali stabil. PVMBG masih menegaskan, sampai saat ini status Gunung Kelud tersebut masih Awas, sehingga jarak 10 kilometer harus steril.

"Kami tunggu satu pekan ini, kalau sudah tidak terjadi erupsi, kami dorong mereka (pengungsi) kembali ke rumah masing-masing," katab dia.

Ia menyadari, tinggal di pengungsian membuat masyarakat tidak nyaman. Selain harus meninggalkan harta benda di rumah, juga ancaman tingkat depresi tinggi. Tidak jarang masyarakat sakit ketika tinggal di pengungsian.

Namun, sampai saat ini sumbangan bahan bangunan masih diharapkan. Sejauh ini, sudah terdapat 12 ribu sak semen serta 12 ribu genteng yang sudah masuk ke bagian logistik. Jumlah itu tentunya masih kurang jika dibandingkan dengan tingkat kekurangan.

Pihaknya, lanjutnya, terus melakukan komunikasi dengan pemerintah provinsi terkait dengan bencana erupsi Gunung Kelud ini. Gubernur telah menyatakan jika bencana ini merupakan bencana provinsi, dan pemerintah provinsi siap untuk membantu.

Tentang kerusakan lahan pertanian, ia mengatakan, sejauh ini belum ada data pasti. Petugas di lapangan masih melakukan pendataan kerusakan akibat erupsi Gunung Kelud tersebut.

Pemerintah juga belum bisa memastikan ganti rugi yang akan diberikan pada warga korban erupsi. Namun, dimungkinkan bantuan akan diberikan berupa bibit.

Gunung Kelud mengalami erupsi, setelah sebelumnya terjadi gempa tremor sampai enam jam. Gunung itu dinyatakan erupsi pada pukul 22.56 WIB, setelah statusnya naik dari semula waspada menjadi awas.

Perubahan status Gunung Kelud relatif sangat cepat, dari sebelumnya aktif normal berubah menjadi waspada pada Minggu (2/2), dan berubah lagi menjadi siaga pada Senin (10/2) pukul 16.00 WIB, dan Kamis (13/2) pukul 21.15 WIB berubah statusnya menjadi awas.

Gunung itu pernah meletus sampai 25 kali, rentang 1.000 sampai tahun 2007, dengan puluhan ribu korban jiwa, maupun materil. Gunung tersebut meletus terakhir pada 2007, tetapi secara "efusif" atau tertahan. (Ant)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home