Loading...
DUNIA
Penulis: Saut Martua Amperamen 21:14 WIB | Sabtu, 19 Agustus 2017

Romney Desak Trump Mengaku Salah Soal Kerusuhan Charlottesville

Mitt Romney (Foto: Ist)

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM - Mantan calon presiden Amerika dari partai Republik Mitt Romney mengritik Presiden Donald Trump hari Jumat (18/8) karena penanganan demonstrasi supremasi kulit putih hari Sabtu lalu di kota Charlottesville, Virginia, yang menyebabkan tiga orang tewas dan 19 lainnya cedera.

Komentar Romney menanggapi pernyataan Trump hari Selasa bahwa "kedua belah pihak" harus disalahkan karena tindak kekerasan dalam demonstrasi tersebut.

Dalam artikel yang dipasang di Facebook, Romney memperingatkan Trump agar mengubah pendekatannya atau menghadapi kemungkinan kerusuhan nasional lebih lanjut.

"Apakah dia bermaksud dengan sengaja atau tidak, apa yang dia sampaikan menyebabkan para rasis bergembira, minoritas menangis dan warga besar Amerika berkabung," kata Romney.

Selanjutnya dia memperingatkan kalau Trump tidak mengambil "tindakan perbaikan secara ekstrem," mungkin akan terjadi perpecahan nasional."

Mantan gubernur Massachusetts tersebut mengatakan Trump harus mengakui bahwa dia salah ketika dia menyamakan tindakan para pemrotes dengan supremasi kulit putih yang menyelenggarakan demonstrasi tersebut.

"Bersaksilah bahwa tidak ada perbandingan yang masuk akal atau kesetaraan moral antara Nazi - yang membunuh jutaan orang Yahudi dan ratusan ribu tentara Amerika yang tewas untuk mengalahkan mereka. “Pemrotes marah melihat orang-orang gila menunjukkan bendera Nazi, tanda Nazi di lengan, dan penghormatan Nazi,” tulisnya.

Komentar Romney adalah indikasi terbaru meluasnya keretakan antara Trump dan partai politiknya sendiri.

Komentar Trump hari Selasa, di mana dia mengatakan demonstran dari kelompok-kelompok yang benci dan kelompok yang kontra sama-sama salah atas terjadinya kekerasan tersebut, melontarkan kritikan yang tidak pernah terjadi sebelumnya pada presiden oleh anggota parlemen dari Partai Republik. Beberapa orang menyebut langsung nama Trump, sebagian lainnya merilis komentar yang menolak intoleransi, meskipun kalau dilihat waktunya, jelas mereka menanggapi pernyataan presiden itu.

Pada hari Kamis, Trump secara terbuka menyerang Senator partai Republik Lindsey Graham dari South Carolina karena mengkritik pernyataan Trump.(voaindonesia.com)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home