Loading...
FLORA & FAUNA
Penulis: Dewasasri M Wardani 14:16 WIB | Selasa, 22 Mei 2018

Rumput Mutiara, Berpotensi Antikanker

Rumput mutiara (Hedyotis corymboza). (Foto: natureloveyou.sg)

SATUHARAPAN.COM – Nama rumput mutiara mungkin masih asing di telinga kita. Namun, para pencinta pengobatan herbal sudah familiar dengan jenis tumbuhan ini.

Rumput mutiara, menurut Wikipedia, adalah tumbuhan rumput liar yang termasuk dalam famili Rubiaceae. Rumput mutiara dikenal sebagai tanaman obat yang dimanfaatkan di Tiongkok, India, dan wilayah Asia Tenggara untuk mengobati berbagai jenis penyakit.

Rumput mutiara, yang memiliki nama ilmiah Hedyotis corymbosa, dikutip dari undip.ac.id, banyak digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, karena banyak mengandung zat yang berfungsi sebagai immunomodulator. Sebagai contoh, flavonoid dan caumaric. Kedua zat ini dapat memacu sistem imunitas tubuh, mengaktifkan sirkulasi darah, menghambat metabolik inflamasi, mempunyai efek antioksidan, dan antitumor.

Tim peneliti dari Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dikutip dari ccrc.farmasi.ugm.ac.id, juga meneliti rumput mutiara ini. Hasil penelitian mereka menunjukkan tumbuhan ini mengandung dua senyawa aktif, yaitu asam ursolat dan asam uleanolat, yang terbukti dapat mencegah perkembangan pembelahan sel kanker ke tahap lebih ganas.  

Tumbuhan ini merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antikanker. Selain kanker, rumput mutiara juga dapat dipakai untuk menyembuhkan tonsilitis, pharyngitis, bronkhitis, pneumonia, gondongan, radang usus buntu ,hepatitis, dan cholecystitis.

Pemerian Botani Rumput Mutiara

Rumput mutiara dikutip dari uns.ac.id, berasal dari Afrika tropis, termasuk Madagaskar dan India.

Habitus tanaman ini, berupa herba tahunan dengan tinggi 15-50 cm, dan mempunyai banyak percabangan. Batang berwarna hijau kemerahan, tegak, lunak, berbuku-buku, dan bersegi empat.

Daun berupa daun tunggal berwarna hijau. Letak daun berhadapan bersilang, bangun daun memanjang hingga lanset. Ujung dan pangkal daun runcing. Ibu tulang daun menonjol. Tangkai daun pendek.

Bunga keluar dari ketiak daun, bentuknya seperti payung berwarna putih, berupa bunga majemuk dengan 2-5 bunga. Ibu tangkai bunga keras seperti kawat, kelopak berwarna hijau kemerahan.

Buah termasuk buah kotak berbentuk bulat, berwarna cokelat. Biji bulat berwarna cokelat.

Sistem perakaran berupa akar tunggang, berwarna putih kotor.  

Rumput mutiara, dikutip dari Journal of Medicine and Health Study on Rumput Mutiara, Vol 1 No 2, Agustus 2015, memiliki nama ilmiah Hedyotis corymbosa (L.) Lamk. Tumbuhan yang termasuk dalam family Rubiaceae ini memiliki nama sinonim, Oldenlandia corymbosa, Linn.

Rumput mutiara ini juga mempunyai beberapa nama lokal, di antaranya rumput siku-siku, bunga telor belungkas, daun mutiara, lidah ular, katepan (Indonesia), bunga telor (Melayu) daun mutiara, rumput mutiara (Jakarta), katepan, urek-urek polo (Jawa), pengka (Makassar), pucuk wulung (Kalimantan Barat). Di Tiongkok, tumbuhan ini dikenal dengan nama shui xian cao.

Tumbuhan musiman ini banyak ditemukan hampir di seluruh Jawa, hingga kawasan dengan ketinggian 1.425 meter di atas permukaan air laut. Tumbuhan ini menyukai cahaya, tanah yang tidak terlalu basah, serta sering kali tumbuh dengan baik di area yang keras, taman, atau jalanan berbatu.

Manfaat Herbal Rumput Mutiara

Rumput mutiara, menurut  tim peneliti dari Fakultas Farmasi Institut Teknologi Bandung dan Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Ahmad Yani Bandung, dikutip dari Journal of Medicine and Health Study on Rumput Mutiara, Vol 1 No 2, Agustus 2015, yang berjudul “Kajian Herba Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa) sebagai Obat”, adalah salah satu tumbuhan obat yang sudah sejak lama digunakan oleh penduduk Indonesia.

Herba tanaman ini digunakan dan efektif sebagai antidemam, antiradang (antiinflamasi), antibakteri, diuretik, peluruh demam dan toksin (detoksikan), pelancar peredaran darah, antikanker, antitukak peptik, antidisentri, obat sehabis bersalin, dan obat gangguan pencernaan.

Dikutip dari bbppketindan.bppsdmp.pertanian.go.id, rumput mutiara memiliki kandungan kimia asam ulenolat, asam ursolat, flavonoid, dan iridoit, yang dikenal sebagai senyawa pencegah pembelahan sel kanker, antikanker, antimikroba, dan meregenerasi sel hati.

Demikian juga dikutip dari uns.ac.id, rumput mutiara memiliki efek farmakologis menyembuhkan bisul, menghilangkan toksin, serta melancarkan peredaran darah, kanker, lymphosarcoma, kanker lambung, kanker leher rahim, kanker payudara, kanker rectum, fibrosarcoma, dan kanker nasopharynx .

Tim peneliti dari Program Studi Kimia Universitas Muhammadiyah Sukabumi dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bandung, meneliti “Uji Aktivitas Antibakteri dari Ekstrak Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa (L.) Lamk)”.

Rumput mutiara merupakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat tradisional, dan digunakan sebagai obat alternatif penyebab penyakit infeksi yang disebabkan karena masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh. Salah satu mikroorganisme yang mengakibatkan penyakit ini adalah bakteri.

Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak rumput mutiara terhadap pertumbuhan beberapa bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ekstrak rumput mutiara terdapat zat aktif yang berfungsi sebagai antibakteri yang terdapat dalam fraksi metilen klorida.

Tim mahasiswa Farmasi UGM Yogyakarta meneliti rumput mutiara yang berfungsi memperbaiki kerusakan genetik.  Rumput yang mengandung senyawa antioksidan, berperan sebagai blocking agent, penghambat ikatan dengan DNA, RNA, atau protein target. Aktivitas senyawa di dalam rumput mutiara (asam ursolat), menunjukkan bahwa rumput mutiara punya aktivitas antigenotoksik.

Senyawa antioksidan pada rumput ini dapat melindungi tubuh dari kerusakan genetik akibat adanya radikal bebas, seperti dikemukakan salah seorang peneliti, seperti dikutip dari  jogja.tribunnews.com pada 3 September 2014.

Penelitian ini mendapat apresiasi tinggi dalam Asia-Pacific Pharmaceutical Symposium (APPS), di Kuala Lumpur, Malaysia, 22-28 Agustus 2014. Mereka pun berhasil memboyong dua penghargaan sekaligus, yakni Winner of Scientific Research Competition dan Most Favourite Scientific Research Poster.

Editor : Sotyati

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home