Loading...
MEDIA
Penulis: Sabar Subekti 09:13 WIB | Rabu, 04 Maret 2020

Rusia Adukan BBC, Menuduh Melanggar Aturan Penyiaran

Kantor BBC di London, Inggris. (Foto: dok. AP)

MOSKOW, SATUHARAPAN.COM-Regulator komunikasi Rusia menuduh saluran BBC World News melanggar aturan penyiaran Rusia, dan mengatakan bahwa pengadilan akan mendengar pengaduan secara  terperinci akhir bulan ini.

Pada hari Selasa (3/3), regulator komunikasi Rusia, Roskomnadzor, mengatakan BBC telah gagal memberi label konten yang mengandung kekerasan atau menjengkelkan dengan sertifikat usia yang benar, dan tidak mengirimkan salinan kontennya ke pihak berwenang Rusia tepat waktu.

Moskow dapat menghukum BBC dengan dua denda hingga 200.000 rubel (US$ 3.050) untuk pelanggaran pertama dan hingga 20.000 rubel untuk yang kedua. Sidang pengadilan akan jatuh tempo pada 12 Maret, kata Roskomnadzor.

Hubungan Inggris dengan Rusia berada di posisi terendah pasca Perang Dingin terkait kasus tahun 2018 peracunan di kota Salisbury terhadap Sergei Skripal, mantan mata-mata Rusia yang membelot menjadi mata-mata asing untuk MI6 Inggris.

Inggris menuduh intelijen militer Rusia meracuni Skripal dan putrinya Yulia dengan racun  saraf yang dikembangkan Soviet yang dikenal sebagai Novichok. Rusia berulang kali membantah terlibat dan mengatakan Inggris melakukan serangan untuk memicu histeria anti-Rusia.

Sebaliknya, Moskow telah berulang kali mengatakan kepada London bahwa media Inggris seperti BBC harus menghadapi konsekuensi jika saluran televisi RT  (Russia Today) yang didanai negara Rusia menghadapi kesulitan di Inggris.

Ofcom, regulator media Inggris, tahun lalu mendenda RT karena melanggar aturan ketidakberpihakan dalam siaran atas keracunan Skripal, konflik di Suriah, dan kebijakan Ukraina tentang Nazisme dan kaum gipsi.

Tentang pengaduan Rusia, pihk BBC mengatakan belum menerima rincian dari klaim tersebut. "Sebagai penyiaran global, BBC bertujuan untuk sepenuhnya mematuhi undang-undang dan peraturan di setiap negara di mana ia beroperasi," katanya dalam sebuah pernyataan. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home