Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 09:21 WIB | Rabu, 27 Mei 2020

Rusia Dukung Pembicaraan Damai di Libya untuk Bentuk Pemerintah Persatuan

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov. (Foto: dok. Reuters)

MOSKOW, SATUHARAPAN.COM-Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan kepada sekutunya, komandan Libya, Khalifa Haftar, bahwa Moskow mendukung gencatan senjata segera dan pembicaraan politik yang akan berujung pada pemerintahan persatuan.

Lavrov menyampaikan pesan itu kepada Aguila Saleh Issa, pembicara Dewan Perwakilan Rakyat Libya, melalui telepon, kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, hari Selasa (26/5).

Issa bersekutu dengan Jenderal Khalifa Haftar yang mengontrol bagian timur negara itu yang menentang Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional di Tripoli.

Sementara itu, militer Amerika Serikat pada hari Selasa (26/5) menuduh Rusia mengerahkan pesawat tempur ke Libya untuk mendukung tentara bayaran Rusia yang berperang untuk pasukan timur pimpinan Haftar. Hal itu menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya eskalasi baru dalam konflik di Libya.

"Pesawat tempur Rusia kemungkinan akan memberikan dukungan udara dengan tembakan ofensif," kata komando Amerika Serikat di Afrika dalam pernyataan yang diposting di situsnya dan di Twitter.

Perang saudara Libya telah menarik kekuatan regional dan global dengan apa yang disebut PBB sebagai masuknya gelombang besar senjata dan pejuang yang melanggar embargo senjata terhadap Libya.

Rusia, Uni Emirat Arab dan Mesir mendukung LNA pimpinan Khalifa Haftar yang berbasis di timur, yang melancarkan serangan tahun lalu untuk merebut ibu kota Tripoli. Sementara pemerintah GNA didukung Turki.

Pernyataan itu mengatakan pesawat tiba dari pangkalan udara di Rusia setelah transit melalui Suriah, tempat mereka dicat ulang untuk menyembunyikan asal Rusia mereka. Tidak ada tanggapan langsung dari Kementerian Pertahanan Rusia terhadap permintaan komentar.

Pada hari Sabtu (23/5), para pejuang Rusia di Libya diterbangkan keluar dari sebuah kota di selatan Tripoli oleh sekutu Libya mereka, setelah mundur dari garis depan di Tripoli. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home