Loading...
DUNIA
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 11:13 WIB | Minggu, 09 Oktober 2016

Rusia Tolak Resolusi DK PBB Soal Suriah

Ilustrasi. Seorang pria Suriah dilarikan ke sebuah rumah sakit sementara pada 3 Oktober 2016 menusul serangan udara di kota yang dikuasai pemberontak di Douma, di sebelah timur ibu kota Damaskus. Abd Doumany/AFP

NEW YORK, SATUHARAPAN.COM – Rusia menolak salah satu resolusi Dewan Keamanan PBB rancangan Prancis  yang akan menuntut diakhirinya serangan-serangan udara dan penerbangan militer di udara kota Aleppo, Suriah. Selain itu, rancangan yang dibuat Rusia gagal memikat sembilan suara untuk mendukungnya.

“Terima kasih atas aksi-aksi Anda hari ini, orang-orang Suriah akan terus meregang nyawa di Aleppo akibat pengeboman Suriah dan Rusia. Mohon hentikan sekarang,” kata Duta Besar Inggris untuk PBB Matthew Rycroft mengatakan kepada Dubes Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin hari Sabtu (8/10).

Pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang didukung pesawat-pesawat tempur Rusia dan dukungan Iran, telah bertempur untuk merebut bagian timur Aleppo, kota besar Suriah yang setengahnya dikuasai pemberontak. Lebih 250.000 warga sipil terperangkap di sana.

"Rusia telah menjadi salah satu penyetor utama teror di Aleppo, menggunakan taktik yang biasa dilakukan para preman daripada pemerintah-pemerintah," kata Wakil Dubes Amerika Serikat untuk PBB David Pressman kepada DK PBB.

Ia mengatakan Rusia "bermaksud membiarkan pembunuhan itu berlanjut dan tak turut serta menghentikannya" dan bahwa apa yang diperlukan dari Moskow ialah "sedikit bicara dan lebih banyak bertindak untuk menghentikan pembantaian."

Rancangan Prancis itu menerima 11 suara dukungan, sedangkan Tiongkok dan Angola abstain. Venezuela mengikuti Rusia dengan memberikan suara menentangnya.

Rusia menggunakan vetonya lima kali terkait sebuah resolusi PBB mengenai Suriah selama konflik yang berlangsung lebih lima tahun, demikian seperti dilansir Reuters.

Sebuah resolusi PBB memerlukan sembilan suara yang mendukung dan tidak ada veto untuk diadopsi. Negara-negara yang memiliki hak veto ialah Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Rusia dan Tiongkok. (Ant/Reuters)

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home