Loading...
BUDAYA
Penulis: Sabar Subekti 08:28 WIB | Sabtu, 26 Desember 2020

Sambut Natal, Museum Yerusalem Pajang Koin Kuno Menggamarkan Kelahiran Yesus

Koin (token) kuno yang menggambarkan bayi Yesus. (Foto: Time of Israel)

YERUSALEM, SATUHARAPAN.COM-Ketika orang-orang Kristen di seluruh dunia merayakan Natal, Museum Israel di Yerusalem menyajikan "tanda" pengakuan atas perayaan itu dengan mengungkapkan sebuah koin atau token langka, yang dikenal sebagai token Eugolia. Ini diyakini sebagai contoh yang dikumpulkan sebagai oleh-oleh oleh umat Kristen awal ketika mereka berziarah ke Tanah Suci.

Morag Wilhelm, asisten kurator arkeologi Helenistik, Romawi, dan Bizantium di Museum itu, berbicara tentang token langka, yang kira-kira seukuran uang receh Amerika dan menggambarkan bayi Yesus. Token tersebut merupakan bagian dari sumbangan besar yang diberikan kepada museum, menurut laporan Jerusalem Post.

Yang jarang tentang tanda khusus ini adalah koin itu hanya menggambarkan bayi Yesus tanpa Maria atau Yusuf. Namun, ada gambar tentang lembu dan keledai, dan itu tampaknya berada dalam rumah pertanian. Ada spekulasi bahwa bangunan ini sebenarnya adalah Gereja Kelahiran.

Juga dikenal sebagai Basilika Kelahiran, gereja ini terletak di Betlehem dan dianggap sebagai gereja besar tertua yang dibangun di Israel, kira-kira 300 hingga 400 tahun setelah kelahiran Yesus. Diyakini sebagai tempat di mana Maria dan Yusuf tidak mendapatkan penginapan dan bermalam di kandang dalam perjalanan mereka ke Yerusalem. Saat itulah dan di mana diyakini Yesus dilahirkan.

Koin kuno itu diambil dari situs suci di sekitar Israel dan diperkirakan berusia sekitar 1.700 tahun, dan tanda lain yang menggambarkan beberapa peristiwa dalam kehidupan Yesus; seperti kandang Natal dan penyalibannya. Bersamaan dengan koin yang dipamerkan, juga ada item tambahan yang dikumpulkan sebagai oleh-oleh seperti cincin, botol minyak, liontin, dan salib.

Menurut laporan Time of Israel, kemungkinan koin itu milik seorang peziarah yang mengunjungi Betlehem pada abad ke-6 atau ke-7 Masehi, mengingat gaya arsitektur Gereja Kelahiran Yesus yang digambarkan pada eulogium itu, kata Morag Wilhelm.

Editor : Sabar Subekti

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home