Loading...
SAINS
Penulis: Melki Pangaribuan 17:05 WIB | Jumat, 11 Juni 2021

Satu Harapan dari Mentawai, Lahirnya Pemimpin Masa Depan

Adri Lazuardi (kanan) saat memberikan pesan-pesan moral kehidupan kepada anak-anak Mentawai, pada Senin (7/6/21) melalui virtual. Kegiatan itu bertemakan “Ngobrol Bareng Calon-calon Pemimpin dari Mentawai”. (Foto: Dok. BPK PENABUR)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Ketua Umum Yayasan BPK PENABUR, Adri Lazuardi, menyapa anak-anak Mentawai, baik yang berada di Pulau Mentawai maupun yang sedang menempuh pendidikan di Jakarta dalam pertemuan virtual, pada hari Senin (7/6/2021).

Adri percaya bahwa anak-anak Mentawai nantinya akan menjadi pemimpin-pemimpin yang luar biasa di masa mendatang.

“Kita adalah Indonesia, dan Mentawai ada di salah satu pulau ini yang kecil dalam peta Indonesia. Ini adalah tempat kalian dilahirkan dan diutus Tuhan nanti ketika kalian sudah menyelesaikan panggilan kehidupan yang Tuhan berikan kepada kalian,” pesan Adri kepada seluruh anak-anak Mentawai yang hadir dalam pertemuan Zoom tersebut.

Melalui media Zoom Meetings pertemuan secara virtual pun diadakan dengan tidak mengurangi rasa hangat dan juga kekeluargaan yang selama ini sudah terjalin. Semangat dan juga keinginan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa tidak dapat dipatahkan walau dalam masa pandemi saat ini.

Lebih lanjut, pria yang pernah menjabat sebagai Ketua BPK PENABUR Jakarta itu menayangkan dokumentasi-dokumentasi pertemuan mereka sebelumnya untuk mengingatkan dan mengenang kembali pertemuan di Pulau Mentawai saat itu.

Anak-anak Mentawai begitu antusias dan menyambut dengan hangat memori pertemuan itu. Setelah itu, Adri meminta beberapa anak untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan apa yang menjadi cita-cita mereka. 

Beberapa di antara mereka ada ingin menjadi bidan, guru, perawat, pendeta, bahkan pengusaha peternakan. Semua itu dijadikan impian dan juga cita-cita dimasa mendatang oleh anak-anak dari Mentawai.

Seperti dilaporkan Santiara Siagian, hari Jumat (11/6), pertemuan tersebut dikemas secara menarik dengan penayangan video motivasi mengenai “Siapa Saya?”. 

Adri mengingatkan bahwa kita berada di bumi yang sangat kecil dibandingkan dengan angkasa lainnya. Lewat tayangan itu juga kita diajak untuk yakin walau berada di tempat yang kecil, kita diberikan kepercayaan yang besar dari Tuhan.

“Kita adalah manusia yang diberi kelengkapan oleh Tuhan; Tuhan mempunyai maksud dan tujuan bagi hidup kita,” kata Adri melalui pertemuan Zoom tersebut.

Adri yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Kompartemen Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia itu menuturkan bahwa kita merupakan makhluk istimewa di hadapan Allah. 

Dalam penjelasannya, Adri mengatakan adanya perubahan zaman yang mengubah juga perubahan komunikasi manusia dan perubahan itu dapat dimulai dari diri kita sendiri masing-masing. 

Secara khusus, pesan yang ingin disampaikan oleh Adri melalui pertemuan tersebut adalah komunikasi yang baik. Keterampilan berkomunikasi dapat ditunjukkan lewat ekspresi serta profesi dari anak-anak di Pulau Mentawai di masa depan.

“Setiap anak tidak harus mempunyai semua keterampilan komunikasi, anak-anak boleh memiliki salah satu dari keterampilan komunikasi (kemampuan mendengarkan, berbicara, menulis, dan membaca),” kata Adri memberikan semangat dan dukungan kepada anak-anak Mentawai.

Adri kembali memperlihatkan video seorang anak yang mempunyai dua tujuan yaitu mempunyai jantung yang baru dan juga didatangi oleh Drake.

Melalui video tersebut, Adri mengatakan bahwa, “ketulusan hati muncul ketika kita berkomunikasi.” 

Anak-anak Mentawai juga diajak untuk menggunakan kata-kata dengan tepat dalam mengkomunikasikan sesuatu agar tepat sasaran.

Dengan mengenal lawan bicara lebih dalam, kita dapat menyesuaikan diri dengan dan seperti apa kita harus berbicara. Lewat wajah yang ramah, kontak mata, memberikan perhatian, dan menghindari pertanyaan yang menyinggung dapat menghasilkan suasana komunikasi yang nyaman. 

Anak-anak Mentawai dapat menciptakan suasana tersebut lewat tempat tinggal terdekat saat ini. 

Selain memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, Adri juga mengajarkan agar anak-anak Mentawai mau menerima kritik dengan sikap terbuka, mendengarkan dengan tenang dan konsentrasi pada isi kritik yang mungkin diterima. 

Pertemuan tersebut ditutup dengan pesan agar apapun profesi yang nantinya akan dijalani oleh anak-anak Mentawai, mereka harus selalu mengingat akan tanah kelahirannya dan kembali ke Mentawai untuk menjadikan Mentawai lebih baik lagi.

Pengurus Yayasan KAUM, yang diketuai oleh Gunawan Santoso mengagagas kegiatan seri sharing dengan tema “Ngobrol Bareng Calon – Calon Pemimpin dari Mentawai” pada Senin (7/6). Adri Lazuardi, Ketua Umum Yayasan BPK PENABUR, sekaligus menjadi Pembina Yayasan KAUM. 

Sementara itu, Lidya Ida Fatonah, sebagai Pengurus Pendidikan KAUM dan juga Kepala Seksi Kegiatan Kesiswaan PENABUR Jakarta menjelaskan tujuan dari kegiatan seri sharing ini guna membekali anak-anak Mentawai supaya lebih siap menyongsong Abad 21 dengan kemampuan 4C (critical thinking, creativity, collaboration, dan communication) serta lifeskill.

"Baik bagi anak-anak yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi ataupun yang sudah mengampu pendidikan di Jakarta dan Salatiga," kata Lidya.

 

 


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home