Loading...
RELIGI
Penulis: Sabar Subekti 16:21 WIB | Kamis, 08 September 2016

Saudi: Haji Jangan untuk Kepentingan Politik dan Sektarian

Menteri urusan Islam dan Bimbingan Arab Saudi, Sheikh Saleh Bin Abdulaziz Al-Asheikh. (Foto: dari Saudi Gazette)

RIYADH, SATUHARAPAN.COM - Menteri urusan Islam dan Bimbingan Arab Saudi, Sheikh Saleh Bin Abdulaziz Al-Asheikh, mengatakan bahwa ibadah haji sebaiknya tidak digunakan untuk kepentingan politik dan sektarian.

Dia mengatakan hal itu, seperti dikutip media Arab Saudi, Saudi Gazette, terkait pernyataan pemimpin Iran Ali Khamenei yang menyebutkan bahwa Arab saudi tak pantas kelola situs suci Islam.

Al-Asheokh mengatakan bahwa Iran saat ini memiliki permusuhan besar terhadap umat Islam dan tidak ingin ibadah haji berlangsung lancar dan aman.

Dia menyatakan bahwa tidak ingin ibadah haji dengan slogan politik dan mengeksploitasi ibadah haji untuk tujuan-tujuan politik dan sektarian.

Menurut dia, seorang Muslim tidak dapat menerima bahwa ibadah haji digunakan untuk menegakkan slogan atau untuk kepentingan sebuah sekte atau faksi tertentu.

Konflik Lama Syiah - Sunni

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Negara-negara Teluk (Gulf Cooperation Council), Abdullatif Al-Zayani, dalam kunjungan ke Jakarta, Indonesia, hari rabu (7/9), menuduh Iran sedang berusaha mempolitisir ibadah haji.

Al-Zayani mengatakan bahwa pernyataan pemimpin Iran, Ali Khamenei adalah "hasutan dan upaya putus asa dalam mempolitisir" haji.

Zayani mengatakan Negara –negara Teluk menyatakan "menolak promosi yang tidak adil dan pernyataan pemimpin senior Iran terhadap Kerajaan (Arab Saudi)."

Mufti Sheikh Abdulaziz Al-Asheikh mengatakan bahwa para pemimpin Iran melihat Muslim Sunni sebagai musuh mereka. Dia mengaku tidak terkejut dengan pernyataan Ali Khamenei.

"Kita harus memahami bahwa mereka bukan muslim... permusuhan  lama mereka terhadap Muslim dan musuh utama mereka adalah pengikut Sunnah," katanya kepada harian berbahasa Arab, seperti dikuti Saudi Gazette, hari Selasa.

Tahun ini tidak ada jemaah dari Iran dalam ibadah haji yang puncak kegiatannya akan dilakukan pada pekan depan. Pihak Iran menuduh otorita Arab Saudi menghalangi jemaah dari Iran untuk menjalankan ibadah haji dengan tidak memenuhi syarat yang mereka ajukan.

Sementara pihak Arab Saudi seperti diungkapkan Putra Mahkota, Muhammad Bin Naif, yang juga Deputi Kkementerian Dalam Negerti mengatakan, pernyataan pejabat Iran tidak didasarkan informasi yang kredibel dan objektif.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home