Loading...
DUNIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 11:19 WIB | Kamis, 14 Mei 2015

Saudi: Houthi Langgar Gencatan Senjata

Asap membubung tinggi pascaserangan udara koalisi pimpinan Saudi di ibu kota Sanaa pada 11 Mei 2015. Serangan tersebut menargetkan gudang senjata di wilayah Gunung Noqum si pingiran timur Sanaa, memicu sejumlah ledakan, ungkap seorang koresponden AFP dan beberapa saksi mata. (Foto: AFP)

RIYADH, SATUHARAPAN.COM - Pejuang Houthi yang mendapat dukungan dari Iran telah merusak gencatan senjata di Yaman, menurut koalisi pimpinan Arab yang telah mengebom milisi, dan bersumpah untuk tetap mempertahankan jeda serangan.

“Milisi Houthi telah melanggar gencatan senjata,” kata koalisi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan Saudi Press Agency, Kamis (14/5).

Pernyataan tersebut menuduhkan 12 pelanggaran gencatan senjata, yang mulai diberlakukan pada Selasa pukul 20.00 GMT, di sepanjang perbatasan Saudi-Yaman dan di Yaman sendiri.

Tapi pihaknya mengatakan koalisi “menegaskan komitmen penuhnya terhadap gencatan senjata kemanusiaan dan menahan diri.”

Pernyataan dari koalisi menjelaskan lima pelanggaran gencatan senjata yang diduga terjadi di Yaman, meliputi tembakan artileri, roket dan tank ke kota selatan Daleh, tempat “bentrokan terus berlangsung hingga sekarang.”

Serangan Roket

Serangan roket dari wilayah Yaman utara yang dikuasai pemberontak mengantam wilayah perbatasan di Arab Saudi, Rabu (13/5), hari pertama gencatan senjata, menurut pernyataan seorang pejabat kementerian pertahanan negara kerajaan tersebut. 

“Pada Rabu pukul 10.00 pagi (waktu setempat), roket menghantam daerah Najran dan Jazan, dan tembakan penembak jitu milisi Huthi terdeteksi, namun tidak ada korban jiwa,” menurut pernyataan pejabat tersebut seperti dilansir kantor berita SPA. 

Angkatan bersenjata Arab Saudi “menahan diri sebagai bagian dari komitmen terhadap gencatan senjata untuk bantuan kemanusiaan yang diputuskan oleh pasukan koalisi,” imbuhnya. 

Beberapa saat sebelum gencatan senjata dimulai pada Selasa pukul 08.00 malam (waktu setempat), koalisi pimpinan Arab Saudi memperingatkan pemberontak bahwa pasukan koalisi akan menyerang balik jika terjadi pelanggaran gencatan senjata. 

“Kami berkomitmen untuk mematuhi gencatan senjata,” ujar juru bicara koalisi Brigadir Jenderal Ahmed al-Assiri.

“Kami akan siap untuk merespons setiap pelanggaran gencatan senjata,” ujar Assiri. (AFP)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home