Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 07:29 WIB | Sabtu, 08 Agustus 2020

Sebuah Petisi Serukan Lebanon di Bawah Mandat Prancis untuk 10 Tahun

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, kanan, berbicara dengan seorang perempuan saat dia mengunjungi lingkungan Gemmayze, yang mengalami kerusakan parah akibat ledakan, hari Kamis (6/8/2020) di Beirut, Lebanon. (Foto: AP)

BEIRUT, SATUHARAPAN.COM-Hampir 60.000 orang menandatangani petisi yang menyerukan Lebanon untuk sekali lagi ditempatkan di bawah mandat Prancis menyusul ledakan di pelabuhan Beirut yang menewaskan 154 orang dan melukai lebih dari 5.000 lainnya.

"Pejabat Lebanon jelas menunjukkan ketidakmampuan total untuk mengamankan dan mengelola negara," bunyi halaman web petisi. "Kami percaya Lebanon harus kembali di bawah mandat Prancis untuk membangun pemerintahan yang bersih dan tahan lama."

Petisi yang ditujukan kepada Presiden Prancis, Emmanuel Macron, itu diterbitkan pada Rabu (5/8), sehari sebelum Macron mengunjungi Lebanon.

Selama kunjungannya, Macron melewati jalan-jalan yang ramai di lingkungan ibu kota Beirut yang rusak, mendengarkan permohonan dari para penyintas dan penduduk yang mendesaknya untuk tidak memberikan dukungan keuangan kepada pemerintah.

Lusinan orang meneriakkan "revolusi" sementara yang lain menyebut Presiden Lebanon Michel Aoun sebagai "teroris."

Lebanon ditempatkan di bawah mandat Prancis pada tahun 1923, pada akhir perang dunia pertama. Negara itu memperoleh kemerdekaannya pada Januari 1944, ketika Prancis menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah Lebanon. (Al Arabiya)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home