Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 15:00 WIB | Selasa, 10 Desember 2013

Sekjen PBB: Mandela Lebih dari Sekadar Satu di Antara Pemimpin Dunia

Ban Ki-moon, dalam upacara penghormatan untuk Nelson Mandela di Johanesburg. (un.org)

NEW YORK, SATUHARAPAN.COM - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Ban Ki –moon, berada di Johannesburg , di mana dia akan bergabung dengan sejumlah pemimpin dunia pada upacara peringatan resmi untuk mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela , hari Selasa  (10/12).

"Kami bergabung bersama dalam kesedihan karena kehilangan yang besar dan dalam merayakan kehidupan yang  perkasa, "kata Ban dalam sambutannya di Nelson Mandela Centre of Memory , yang merupakan sebuah museum.

Mandela, yang biasa dipanggil Madiba  adalah seorang engacara hak asasi manusia, tahanan hati nurani , pengaman internasional dan presiden pertama yang terpilih secara demokratis  pasca  apartheid  di Afrika Selatan.

"Nelson Mandela berdiri dengan prinsip membela kesetaraan fundamental semua manusia, dan sangat menentukan dalam membongkar sistem apartheid," kata Ban. "Kasih sayang yang luar biasa dari dia setelah dibebaskan dari penjara setelah 27 tahun, membawa Afrika Selatan segera di jalan dialog dan rekonsiliasi," kata Ban.

Mandela Yang Rendah Hati

Sekjen PBB itu memuji Mandela sebagai "raksasa keadilan, kesetaraan dan hak asasi manusia."  Dia menambahkan bahwa Mandela lebih dari sekadar  satu di antara pemimpin terbesar di dunia. "Dia adalah seorang guru, dan dia mengajarkan serta mempraktikkan dengan memberi contoh."

Ban ingat bertemu Mandela di rumahnya pada bulan Februari 2009, dan sangat terharu  dengan cara Madiba menempatkan kesejahteraan orang lain terlebih dahulu, dengan kerendahan hatinya, kerendahan hati, pikiran rendah hati, dan kesopanan manusia.

"Itu adalah hikmat untuk hari ini karena kami berusaha untuk membantu mereka yang rentan, mengakhiri konflik  bersenjata , melindungi hak asasi manusia dan menciptakan dunia yang lebih baik yang Nelson Mandela berikan dengan begitu banyak.

"Orang-orang dari Afrika Selatan dan seluruh dunia telah kehilangan seorang pahlawan. Warisannya yang mendalam, dan  abadi akan terus mengarahkan pekerjaan PBB," kata Ban.

Upacara peringatan bagi Mandela hari Selasa di Johannesburg akan mendahului tiga hari upacara di mana jenazah Mandela akan disemayamkan  di Union Buildings di Pretoria sebelum pemakaman pada hari Minggu di desa masa kecilnya, Qunu di  Cape Timur. (un.org)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home