Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 11:59 WIB | Jumat, 17 September 2021

Sekolah di Wilayah PPKM Level 2 dan 3 Bisa Mulai PTM

Presiden Joko Widodo meninjau kegiatan vaksinasi bagi pelajar yang digelar di SMKN 1 Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, pada Kamis, 16 September 2021. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

DELI SERDANG, SATUHARAPAN.COM-Presiden Joko Widodo mengatakan, meskipun baru vaksinasi COVID-19 dosis pertama, bagik guru maupun siswa, sekolah di PPKM level 2 dan 3 bisa memulai PTM (pembelajaran tatap muka).

Sejumlah pelajar juga mengungkapkan kegembiraannya bahwa mereka sudah bisa memulai pembelajaran tatap muka, setelah lama harus belajar dengan jarak jauh akibat pandemi.

Mereka menyampaikan itu kepada Presiden Joko Widodo yang meninjau kegiatan vaksinasi bagi pelajar yang digelar di SMKN 1 Beringin, Kabupaten Deli Serdang, pada hari Kamis (16/9).  Jokowi juga berdialog bersama para pelajardi enam kabupaten/kota melalui konferensi video yang secara bersamaan melakukan kegiatan vaksinasi.

Jokowi menanyakan kepada para siswa tentang PTM yang mulai dilaksanakan di beberapa kabupaten/kota. Salah satu siswa dari SMAN 1 Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Kalisa, mengaku senang telah divaksin sehingga bisa melakukan PTM.

Dia mengatkan PTM sudah dilaksanakan dalam dua pekan ini. Siswa lain dari SMAN 1 Perbaungan, Fajar juga mengaku bersyukur sudah divaksin sehingga bisa melakukan PTM meskipun secara terbatas.

Jokowi menegaskan bahwa PTM dapat dilakukan dengan syarat level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kabupaten/kota tersebut berada di level 3 atau 2.

“Gurunya divaksinasi, anaknya divaksinasi. Tidak apa-apa vaksinasi pertama dulu. Silahkan, tetapi juga pembelajaran tatap muka terbatas, bisa 30 persen, bisa 50 persen,” kata Jokowi.

Sementara itu, salah satu siswa dari SMA Negeri 1 Tenggarong, Nerisa mengungkapkan keinginannya untuk bisa datang ke salah satu festival adat yaitu Tenggarong International Folk Arts Festival (TIFAF). Ia berharap, pandemi segera berakhir agar festival adat tersebut dapat kembali diselenggarakan di Tenggarong.

“Sedih bener, Pak. Padahal saya tunggu awal datangnya upacara adat, itu, pak,” kataNerisa.

Jokowi menanggapi dengan mengatakan bahwa berbagai kegiatan seperti festival adat dapat diselenggarakan kembali apabila masyarakat telah mendapatkan suntikan vaksin. Dia mengingatkan untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan meskipun nantinya kegiatan festival maupun pertunjukan sudah bisa diselenggarakan.

“Kalau nanti pandemi sudah menurun, menurun, menurun, silakan untuk diadakan kembali,” katanya.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan tersebut yaitu Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan, Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi, dan Bupati Deli Serdang, Ashari Tambunan.

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home