Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 10:04 WIB | Rabu, 21 Juli 2021

Serangan Udara AS Menargetkan Al-Shabaab di Somalia

Petugas polisi berpatroli di dekat reruntuhan mobil di lokasi serangan bom mobil bunuh diri yang menargetkan komisaris polisi kota di Mogadishu, pada 10 Juli 2021, yang diduga dilakukan kelompok Al Shabaab. (Foto: dok. AFP)

MOGADHISU, SATUHARAPAN.COM-Militer Amerika Serikat melakukan serangan udara terhadap kelompok teroris Al-Shabaab yang berafiliasi dengan Al-Qaeda pada hari Selasa (20/7). Ini serangan yang pertama sejak Presiden Joe Biden menjabat, kata Pentagon.

Komando militer AS untuk Afrika (AFRICOM), berkoordinasi dengan pemerintah Somalia, “melakukan satu serangan udara di sekitar Galkayo, Somalia hari ini terhadap Al-Shabaab,” kata juru bicara Pentagon, Cindi King, kepada AFP.

Serangan itu, 700 kilometer (430 mil) timur laut Mogadishu, menargetkan kelompok Al-Shabaab, kata King. “Penilaian kerusakan pertempuran masih tertunda karena keterlibatan yang sedang berlangsung antara pasukan Somalia dan Al-Shabaab, namun penilaian awal komando adalah bahwa tidak ada warga sipil yang terluka atau tewas akibat serangan ini,” tambahnya.

Serangan itu adalah yang pertama dilakukan oleh militer AS di Somalia sejak 19 Januari, ketika AFRICOM mengumumkan telah membunuh tiga gerilyawan Al-Shabaab dalam dua serangan di Jamaame dan Deb Scinnele.

Biden setelah dilantik, keesokan harinya, setelah dia tiba di Gedung Putih, dia membatasi penggunaan drone terhadap kelompok-kelompok militan di luar area perang AS. Itu membalikkan kebijakan pendahulunya, Donald Trump, yang telah memberikan kekuasaan penuh kepada militer AS di negara-negara seperti Somalia dan Libya.

Pada bulan Maret, juru bicara Pentagon, John Kirby, mengatakan bahwa setiap serangan yang direncanakan terhadap kelompok-kelompok militan di luar Afghanistan, Suriah dan Irak sekarang diserahkan ke Gedung Putih sebelum dilakukan.

Serangan drone berlipat ganda selama masa jabatan Trump, dari 11 di Somalia pada 2015, menjadi 64 pada 2019 dan 54 pada 2020, menurut kelompok non pemerintah, Airwars, yang memantau kematian warga sipil dalam pemboman di seluruh dunia.

Tepat sebelum dia meninggalkan kantor, Trump memerintahkan penarikan sekitar 700 tentara pasukan khusus yang dikerahkan di Somalia untuk melatih dan memberi nasihat kepada tentara Somalia. (AFP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
LAI Got talent
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home