Loading...
EKONOMI
Penulis: Prasasta Widiadi 09:35 WIB | Kamis, 17 Maret 2016

SKK Migas: FID Masela akan Mundur Lebih Kurang Dua Tahun

Ilustrasi: Amien Sunaryadi (kanan) memberi penjelasan kepada para anggota Badan Anggaran DPR RI, Selasa (3/2/2015). (Foto: Dok. satuharapan.com/Prasasta Widiadi).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Jadwal keputusan akhir investasi atau final investment decision (FID) proyek Blok Masela bakal mundur dua tahun.

“Inpex  menyatakan  seandainya keputusan diberikan saat ini sesuai rekomendasi SKK Migas yaitu memakai skema `offshore` (FLNG), maka jadwal FID akan mundur kurang lebih dua tahun ke akhir 2020,” kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas)  Amien Sunaryadi di Jakarta, hari Rabu (16/3).

Amien mengatakan jadwal FID Masela yang sebelumnya direncanakan pada 2018 akan mundur menjadi akhir 2020.

Ia menyayangkan, dalam situasi ekonomi Indonesia yang sedang menggalakkan investasi, projek Masela senilai lebih dari 14 miliar dolar AS (Rp 184,31 triliun) yang sudah di depan mata, harus mundur minimal dua tahun.

Dampak lainnya, lanjutnya, adalah rakyat Maluku akan tertunda menerima manfaat proyek Masela minimal dua tahun.

Amien menambahkan, Inpex Indonesia juga telah menginformasikan akan melakukan pengurangan pegawai hingga 40 persen dari total personil di Indonesia.

"Kami khawatir hal ini akan dapat menimbulkan `lay off` (pemutusan hubungan kerja, red),” kata dia.

Demikian pula, Shell telah meminta insinyurnya di Belanda, Kuala Lumpur, dan Jakarta yang semula beekerja untuk proyek Masela segera mencari pekerjaan baru di lingkungan Shell global lainnya.

Keputusan revisi rencana pengembangan (plan of development/POD) Blok Masela akan dilakukan sendiri oleh Presiden Joko Widodo mengingat nilai investasi dan dampak yang besar.

Sementara, sesuai regulasi, POD suatu blok migas sebenarnya cukup diputuskan oleh Menteri ESDM. Presiden akan memutuskan apakah pengembangan Masela itu memakai skema kilang terapung (floating liquified natural gas/FLNG) atau darat (onshore liquified natural gas/OLNG).

Kedua skema tersebut mempunyai plus dan minus masing-masing. Proyek Masela dikembangkan kontraktor asal Jepang, Inpex Masela Ltd yang sekaligus sebagai operator dengan kepemilikan partisipasi 65 persen dan Shell Corporation mempunyai 35 persen.

Blok Masela terletak di lepas pantai Laut Arafura berbatasan dengan Australia dan Timor Leste. (Ant).

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home