Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Francisca Christy Rosana 11:32 WIB | Selasa, 05 Mei 2015

SMP Negeri di DKI Dipastikan Gunakan Ujian CBT Tahun Depan

Wagub Djarot Saiful Hidayat meninjau UN di SMP 73, Tebet, Selasa (5/5) pagi. Wagub bersama rombongan, Kepala Dinas Pendidikan DKI dan Wali Kota Jaksel hadir di SMP 73 kurang lebih pukul 06.30 WIB. (Foto: Francisca CR)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan Kepala Dinas Pendidikan DKI Arie Budiman memastikan 2016 mendatang sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Jakarta akan melangsungkan ujian dengan sistem berbasis komputer (CBT).

Tahun ini, SMP pelaksana sistem ujian CBT baru satu sekolah saja, itu pun sekolah swasta, yakni SMPK 2 Penabur.

“CBT memang baru tahap rintisan, jadi memang tidak ada paksaan untuk mengikuti sistem itu. Jadi dikembalikan pada kesiapan sekolah dan mereka divalidasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ujar Arie saat meninjau ujian nasional di SMP N 73 yang digelar di SD 01 Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (5/5).

Kendati tak ada paksaan melaksanakan sistem CBT, Arie memastikan telah mendapat instruksi dari Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur DKI Djarot, SMP negeri di Jakarta secara bertahap di tahun-tahun mendatang berpartisipasi melaksanakan ujian dengan sistem berbasis teknologi ini.

Djarot pun memastikan segala kendala yang dihadapi sekolah untuk melaksanakan sistem CBT akan diminimalisasi dengan penambahan jumlah infrastruktur penunjang, seperti komputer.

Namun menurutnya, tidak semua kendala muncul karena kurangnya sarana prasarana seperti komputer.

“Justru sebetulnya kalau soal komputer relatif lengkap. Hanya memang karena baru tahap rintisan, sosialisasi belum terlalu dipahami, sistem kontrol itu kan bukan hanya komputer. Tapi jaringannya, departemen untuk bisa mengakses soal-soal itu kan juga harus bisa dibangun juga semuanya. Kalau komputer gampang beli. UPS saja gampang kok dibeli,” kata Djarot sembari bercanda.

Setali tiga uang dengan Djarot, Arie juga mengungkapkan selain komputer, jaringan masing-masing dipastikan harus siap untuk melaksanakan sistem tersebut.

“Jadi mudah-mudahan tahun depan makin banyak pelaksana CBT. Mereka (sekolah negeri, Red) sudah lebih siap kok sebetulnya,” ungkap Arie.

Jika sistem CBT digalakkan, pelaksanaan ujian nasional dipastikan akan lebih efektif, baik dari segi biaya maupun waktu koreksi.

Namun demikian, kepada satuharapan.com Wagub dan Kadisdik belum memastikan sekolah mana saja yang akan melaksanakan sistem CBT pada 2016 nanti. 

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home