Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 23:19 WIB | Senin, 09 Desember 2019

Survei: Orang Arab Menolak Peran Agama dalam Politik

Survei: Orang Arab Menolak Peran Agama dalam Politik
Militan Daesh (ISIS) berbaris di Raqqa, Suriah, pada puncak kekuasaan mereka pada tahun 2014. (Foto: AP)
Survei: Orang Arab Menolak Peran Agama dalam Politik

DUBAI, SATUHARAPAN.COM - Kelompok-kelompok militan di dunia Arab mengalami penurunan bertahap dan sebagian besar orang Arab menentang penggunaan agama untuk kepentingan politik, demikian menurut sebuah survei terbaru yang dilaporkan Arab News, Senin (9/12).

Daya tarik ekstrimis seperti Ikhwanul Muslimin, Hizbullah, Hamas, Al-Qaeda, Daesh (ISIS) dan Taliban kemungkinan akan memudar dalam 10 tahun ke depan, para peneliti menyimpulkan berdasar hasil survei “Mosque and State: How Arabs See the Future."

Survei menunjukkan bahwa sebagian besar orang Arab memandang korupsi sebagai masalah utama di negara asal mereka dan penyebab utama konflik di dunia Arab.

Sebanyak 3.079 penutur bahasa Arab disurvei, berusia 18 tahun ke atas dan tinggal di 18 negara di Timur Tengah dan Afrika Utara (Middle East and North Africa/MENA). Hasilnya sebanyak 58 persen responden mantap menyatakan menolak agama digunakan untuk kepentingan politik.

Para peneliti juga menemukan persetujuan luar biasa untuk lebih mengembangkan pemberdayaan perempuan seperti izin mengemudi untuk perempuan Saudi, dan sebagian besar orang Arab mengharapkan kemajuan itu terus berlanjut di negara mereka sendiri dalam 10 tahun ke depan.

Temuan survei tentang politisasi Islam adalah "kabar baik" bagi kawasan itu, kata profesor ilmu politik National Defense College, Abu Dhabi, Dr. Abdulkhaleq Abdulla. Timur Tengah sudah cukup ekstrim dan orang Arab menyadari bahwa kelompok-kelompok politik berdasarkan agama “tidak membawa mereka ke mana-mana,” kata Abdulla kepada Arab News.

“Memang, kita telah melihat wajah jeleknya selama empat hingga lima tahun kendali Daesh atas wilayah besar di Suriah dan Irak. Jadi wajar saja melihat ada penurunan popularitas kelompok-kelompok ini. Tetapi yang jauh lebih penting adalah prediksi yang mendukung kelompok keagamaan, baik moderat maupun ekstremis, sudah menurun tajam.

“Orang sudah sadar bahwa telah terjadi semacam pelecehan dan terlalu sering menggunakan emosi orang lain demi keuntungan politik oleh gerakan keagamaan ini. Yang terpenting adalah Ikhwanul Muslimin, kini mengalami masa terburuknya.”

Survei tersebut dilakukan oleh lembaga survei YouGov untuk Arab News dalam kemitraan dengan Arab Strategy Forum, yang digelar pada hari Senin (9/12/2019) di Dubai, Uni Emirat Arab. Acara tahunan ke-12 ini akan menggali even dan tren apa yang diperkirakan bakal terjadi selama 10 tahun ke depan, dengan 18 pembicara utama termasuk mantan menteri, pejabat pemerintah, pakar industri, ahli strategi internasional, penulis dan profesional media. (arabnews.com)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home