Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 11:34 WIB | Rabu, 31 Oktober 2018

Tingkat Risiko Kebutaan Tinggi, Masyarakat Diimbau Aktif Periksa Mata

Ilustrasi. Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat kemenkes drg Widyawati saat menyampaikan sambutan pada Forum Tematik Bakohumas, di Hotel Aston, Pasteur, Bandung, Jabar, Selasa (30/10) siang. (Foto: setkab.go.id/Heni/Humas)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Tingkat kebutaan anak di Indonesia saat ini mencapai 4 persen atau sekitar 1,4 juta, sebuah angka yang cukup tinggi. Bahkan secara keseluruhan tingkat kebutaan mata dan gangguan penglihatan di Indonesia, khusus karena katarak, glukoma, dan lain-lain, masih cukup tinggi.

“Gangguan penglihatan menyerang siapa saja tanpa mengenal umur. Karena itu masyarakat perlu mengetahui bagaimana mencegah dan mengendalikannya,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) drg Widyawati Mkm, dalam Forum Tematik Bakohumas Kemenkes, di Hotel Aston, Pasteur, Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (30/10).

Widyawati mengimbau, kelompok yang berisiko mengalami kebutaan terutama bayi dan anak sekolah dan mereka yang menderita diabetes dan hipertensi, agar mau menjaga kesehatan mata masing-masing dan selalu rajin melakukan deteksi penglihatan di sekolah atau pos pelayanan terpadu (posyandu) di lingkungan masing-masing.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat itu juga menyebutkan, meningkatkan taraf hidup masyarakat juga mempengaruhi gaya hidup masyarakat, yang menyebabkan mereka rentan terkena katarak.

Untuk itu, Widyawati mengingatkan pentingnya masyarakat menjaga kesehatan, agar gaya hidup yang mereka jalani tidak mudah terserang katarak yang bisa berujung pada kebutaan.

Urutan Ketiga

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Direktorat Jenderal Informasi dan Komuikasi Publik (Sesditjen IKP) Kementerian Kominfo Sumiati mengatakan, Indonesia menempati urutan ketiga tingkat kebutaan tertinggi di dunia. Salah satu akibat dari gangguan penglihatan adalah penurunan produktivitas masyarakat, yang akhirnya mempengaruhi kualitas kehidupan masyarakat.

Menurut Sumiati, untuk mengatasi tingkat kebutaan di Indonesia tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi semua lapisan masyarakat, dengan cara mempermudah masyarakat dalam akses-akses isu tentang mengatasi kebutaan.

“Untuk itu pemerintah mempersiapkan sarana dan prasarana, baik di puskesmas maupun rumah sakit yang diperkuat oleh jaminan kesehatan untuk operasi katarak,” kata Sumiati. (setkab.go.id)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home