Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 18:36 WIB | Kamis, 04 Februari 2016

Tokoh Lintas Iman Tolak Pelemahan Pemberantasan Korupsi

Tokoh Lintas Iman Tolak Pelemahan Pemberantasan Korupsi
Istri Presiden Republik Indonesia keempat Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah Wahid (tengah) bersama tokoh lintas iman diantaranya (ki-ka) KH Imam Azis dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Nyoman Udayana dari Hindu, Romo Johanes Hariyanto dari Katolik, Pendeta Krise Gosal dari Protestan, Ben Rahal dari Sikh, dan Suprih Suhartono dari Kapribaden saat berfoto bersama usai membacakan pernyataan sikap terhadap upaya pelemahan dan kriminalisasi terhadap pemberantasan korupsi dalam hal ini kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan juga mantan komisioner KPK di rumah pergerakan Griya Gus Dur Jalan Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat, Kamis (4/1) (Foto-foto: Dedy Istanto).
Tokoh Lintas Iman Tolak Pelemahan Pemberantasan Korupsi
Sinta Nuriyah Wahid membacakan pernyataan sikap bersama dengan tokoh lintas iman terkait dengan upaya-upaya terhadap pemberantasan korupsi yang sampai saat ini dinilai masih merajalela di Indonesia.
Tokoh Lintas Iman Tolak Pelemahan Pemberantasan Korupsi
Romo Johanes Hariyanto (kiri) membacakan pernyataan sikap terkait dengan upaya pelemahan dan kriminalisasi terhadap pemberantasan korupsi yang hingga sekarang masih merajalela di Indonesiai.
Tokoh Lintas Iman Tolak Pelemahan Pemberantasan Korupsi
Sinta Nuriyah Wahid (kiri) bersama dengan Pendeta Krise Gosal (kanan) usai membacakan pernyataan sikapnya terkait dengan upaya pelemahan dan kriminalisasi terhadap pemberantasan korupsi termasuk terhadap KPK dan juga mantan komisioner KPK.
Tokoh Lintas Iman Tolak Pelemahan Pemberantasan Korupsi
Para tokoh lintas iman saat akan menggelar jumpa pers untuk menyatakan sikap terhadap pemberantasan korupsi dengan menyerukan tidak mengkriminalisasi dan melakukan pelemahan terhadap lembaga KPK dan juga mantan komisioner serta penyidik KPK yang sampai saat ini masih terus berlangsung.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Tokoh lintas iman menyatakan sikap supaya Pemerintah menghentikan pelemahan dan kriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pernyataan tersebut disampaikan di rumah pergerakan Griya Gus Dur Jalan Taman Amir Hamzah, Menteng, Jakarta Pusat, hari Kamis (4/1).

“Kami meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk memimpin dengan tegas pada para koruptor yang sampai saat ini masih merajalela dan membuat Indonesia kian terpuruk,” kata Sinta Nuriyah Wahid istri dari Presiden Republik Indonesia keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mewakili para tokoh intas iman.

Menurut mereka, penyakit korupsi di Indonesia masih menjadi problem besar. Upaya-upaya yang dilakukan melawan korupsi baik dari lembaga antikorupsi maupun berbagai elemen bangsa termasuk komunitas agama masih dirasakan belum mampu memberantasnya.

Tokoh lintas iman juga menyoroti adanya upaya pelemahan terhadap KPK, dan kriminalisasi terhadap mantan komisioner dan penyidik lembaga antirasuah tersebut (Novel Baswedan) hingga saat ini masih berlangsung.

Selain itu, adanya upaya merevisi Undang Undang (UU) KPK, dengan memasukan empat poin revisi, yaitu pembentukan dewan pengawas KPK, penambahan wewenang surat perintah penyidikan (SP3), pengaturan tentang penyadapan, dan kewenangan KPK untuk mengangkat penyidik sendiri.

Merespon perkembangan tersebut, tokoh lintas iman menyatakan sikap untuk mengingatkan kembali Presiden Joko Widodo untuk terus secara sungguh memimpin pemberantasan korupsi sebagaimana yang telah dijanjikan pada masa kampanyenya. Selain mengambil langkah dengan tegas, tepat, dan terukur mengatasi upaya pelemahan dan kriminalisasi terhadap KPK.

Berikutnya mendorong semua pihak agar menghentikan upaya pelemahan terhadap KPK melalui revisi UU KPK dan menyerukan seluruh tokoh agama dan keyakinan serta organisasi keagamaan untuk terus menyuarakan gerakan pemberantasan korupsi dengan harapan mewujudkan masyarakat dan pemerintah yang bersih. 

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home