Loading...
EKONOMI
Penulis: Eben E. Siadari 16:32 WIB | Sabtu, 12 Maret 2016

Tom Lembong Disebut Rasul Liberalisasi, Ini Kata Chatib Basri

Menteri Keuangan Chatib Basri. (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Media Australia memuji Menteri Perdagangan, Thomas Lembong, sebagai sosok yang mengubah warna kebijakan ekonomi Presiden Joko Widodo. Dari kebijakan ekonomi yang berwarna nasionalis dan proteksionistis, menjadi kebijakan yang lebih liberal dan terbuka.

The Australian menyebut Tom Lembong, nama akrabnya, sebagai rasul pembebasan (liberalisasi) ekonomi. Kunjungannya ke Australia pekan depan, diharapkan akan jadi langkah pertama bagi upaya membuat kesepakatan perdagangan bebas dengan Negara Kangguru itu.

Apa pendapat Mantan Menteri Keuangan era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono, M. Chatib Basri, yang dikenal sebagai tokoh yang dekat dengan Australia dan menempuh pendidikan magister dan doktornya di Australian National University?

Kepada satuharapan.com, Chatib Basri yang akrab dengan sapaan Dede, mengatakan ia tidak ingin mengomentari sosok pribadi Thomas Lembong.

"Saya mencoba memulai tradisi dimana mantan menteri tidak menilai menteri yang sedang bekerja. Di Amerika tradisi ini sudah berlangsung baik. Biasanya komentar diberikan atas isu bukan menterinya," kata Dede, lewat pesan seluluar hari ini (12/3).

"Saya kenal Tom Lembong secara pribadi, dan kita perlu mendukung Tom supaya sukses," lanjut dia.

Menurut Chatib Basri, sejak September tahun lalu memang ada pembalikan kebijakan ekonomi kabinet Jokowi, yang sangat signifikan dan pro pasar.

"Dan ini langkah yang baik dan tepat," kata dia.

Dalam hemat Chatib Basri, deregulasi dan revisi DNI yang dilakukan oleh Jokowi akan membantu untuk membuat Indonesia menjadi lebih atraktif.

"Saya percaya dengan Sadli's law: bad times make good policy. Good times make bad policy. Kebijakan berubah dan reformasi menjadi jalan karena ekonomi Indonesia di 2015 mencapai titik terendah sejak 2009," tutur dia.

"Kebijakan pemerintah baru yang awalnya proteksionistis berubah menjadi lebih liberal. Ini selalu terjadi, dalam situasi ekonomi yang buruk politisi baru mau mendengar rasionalitas ekonomi."

 

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home