Loading...
DUNIA
Penulis: Eben E. Siadari 09:33 WIB | Kamis, 12 Mei 2016

Trump Mulai Susun Kebijakan Larang Muslim Masuk AS

Ilustrasi: Bakal calon presiden partai Republik Donald Trump berkampanye di North Charleston, South Carolina pada 19 Februari 2016 menjelang primary di negara bagian tersebut. Meskipun jajak pendapat menunjukkan Ted Cruz menunjukkan sedikit keunggulan atas Trump, pengusaha New York itu kemungkinan masih memenangkan negara bagian tersebut dengan selisih besar. (Foto: AFP).

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM - Rencana Donald Trump melarang Muslim ke Amerika Serikat apabila ia terpilih jadi presiden, kembali ramai dibicarakan. Hal ini menyusul kritik yang dilontarkan oleh Wali Kota London yang baru, Sadiq Khan, terhadap gagasan itu awal pekan ini.

Di satu sisi, Donald Trump dianggap melunak terhadap sikapnya. Ia mengatakan akan ada pengecualian khusus untuk Sadiq Khan --yang beragama Islam -- apabila ia ingin datang ke AS. Donald Trump juga dianggap melunak ketika mengatakan bahwa  rencana pelarangan terhadap Islam masuk AS hanya kebijakan sementara, sebelum ada kebijakan yang lebih efektif.

Namun di sisi lain, Donald Trump juga menunjukkan keseriusan terhadap gagasan itu. Info terbaru mengatakan Donald Trump kini  mempertimbangkan kemungkinan mebentuk sebuah komisi untuk "mengawasi sangat serius" terorisme Islam radikal serta mengawasi larangan sementara Muslim masuk ke AS. Donald Trump bahkan telah menyebut nama mantan walikota New York, Rudy Giuliani, untuk menjadi ujung tombak operasi komisi itu.

"Kita harus sangat berhati-hati," kata Trump kepada Fox News dalam sebuah wawancara telepon pada hari Rabu (11/5) ketika ditanya tentang seruannya untuk melarang Islam masuk AS. "Bahkan, saya berpikir tentang pembentukan komisi yang mungkin dipimpin oleh Rudy Giuliani untuk melihat sangat serius masalah ini. Tapi ini adalah masalah seluruh dunia. Dan kita harus cerdas," kata Trump.

Giuliani, adalah wali kota New York City ketika terjadi serangan teroris yang melanda World Trade Center pada 11 September 2001. Ia telah menyatakan dukungannya terhadap Trump bulan lalu, menjelang pemilihan capres Partai Republik di New York.

Dalam wawancara dengan Fox, Trump menambahkan bahwa rencana yang dia usulkan untuk menghentikan Muslim datang ke AS hanya "larangan sementara."

"Jika Anda tidak ingin membahas masalah ini, maka kita tidak akan pernah menyelesaikan masalah," katanya. "Ini masalah nyata. Jadi kita akan mencari tahu, dan kami akan pergi untuk mendapatkannya."

Gagasan Trump telah menerima kecaman dari seluruh dunia dalam beberapa pekan terakhir.

Walikota Muslim yang baru terpilih dari London, Sadiq Khan, mengutuk pandangan Trump dan menyebutnya "bodoh."

Trump menanggapi komentar Khan dalam wawancara terpisah Jumat sore dengan  radio Fox News yang digawang Brian Kilmeade, dengan mengatakan bahwa walikota London itu "menyangkal" keberadaan ekstremisme Islam.

"Saya menganggap dia menyangkal ada terorisme Islam," katanya. "Ada terorisme radikal Islam di seluruh dunia sekarang. Ini adalah bencana apa yang terjadi. Saya menganggap dia menyangkal hal itu. Saya menganggap dia seperti presiden kita yang menyangkal itu terjadi."

 

Editor : Eben E. Siadari


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home