Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 09:37 WIB | Minggu, 17 Januari 2021

Tunisia Akan Kehilangan Dana Koruptor Yang Disimpan di Bank Swis

Mantan Presiden Tunisia, Zine El Abidine Ben Ali, menyimpan dana jutaan dolar di bank Swiss sebelum diguingkan.l
Belhassen Trabelsi, kerabat presiden Tunisia yang digulingkan, Zine El Abidine Ben Ali, dicari oleh otoritas Tunisia karena penyalahgunaan kekuasaan dan penipuan. (Foto: AFP)

TUNIS, SATUHARAPAN.COM-Tunisia bisa kehilangan jutaan dolar AS dana yang disimpan di Swiss oleh keluarga Presiden yang digulingkan, Zine El Abidine Ben Ali, kata seorang pejabat senior hari Sabtu (16/1).

Dana tersebut saat ini dibekukan oleh otoritas Swiss, tetapi batas waktu untuk menarik kembali dana berakhir tengah malam pada hari Selasa (19/1) dan pembatasan kemudian berhenti, kata seorang pejabat presiden mengatakan kepada AFPtanpa menyebut nama.

Otoritas Swiss memberlakukan pembekuan 10 tahun atas aset Ben Ali dan klannya di tengah penyelidikan korupsi pada 19 Januari 2011, lima hari setelah pemimpin yang digulingkan itu melarikan diri ke Arab Saudi, di mana dia kemudian meninggal.

Kelompok kampanye yang berbasis di Swiss, Public Eye, yang menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia oleh perusahaan Swiss, memperkirakan keluarga Ben Ali dan sekutunya mengalihkan sekitar US$ 320 juta ke bank Swiss pada tahun-tahun sebelum penggulingannya.

Leila Trabelsi, janda Ben Ali, dan saudara pengusaha kaya, Belhassen Trabelsi, termasuk di antara 30 hingga 50 kerabat dan rekannya yang "bisa mendapatkan uang itu", kata sumber itu. "Kami berhubungan setiap hari dengan otoritas Swiss, tetapi terlepas dari pemahaman mereka, akan sulit untuk mencapai apapun" pada tenggat waktu itu, kata sumber itu menambahkan.

Kesulitan Dapat Bukti

Swiss dilaporkan telah meminta dokumen untuk membuktikan bahwa dana tersebut benar-benar ilegal, sebelum mereka dapat mengembalikannya ke pemerintah Tunisia.

Pihak berwenang Swiss juga ingin mengetahui status hukum anggota marga Ben Ali, banyak dari mereka menghadapi pengadilan di Tunisia karena korupsi, kata sumber itu. Pihak berwenang gagal mengumpulkan informasi, karena ketidakstabilan politik di Tunisia, yang telah melibatkan sembilan pemerintahan sejak 2011.

Harian Swiss, “Le Temps”, mengatakan para pejabat Swiss telah menawarkan untuk membentuk badan gabungan untuk mendukung upaya Tunisia mendapatkan kembali uang tunai tersebut. Tetapi mantan presiden Tunisia, Beji Caid Essebsi, yang meninggal pada 2019, lebih suka mencoba mengambil dana melalui kesepakatan rekonsiliasi dengan anggota klan Ben Ali. (AFP)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home