Loading...
DUNIA
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 07:53 WIB | Selasa, 17 Januari 2017

Turki Bekuk Penyerang Kelab Malam Istanbul

Terduga penyerangan kelab malam, Abdulkadi Masharipov ketika diamankan oleh kepolisian Turki. (Foto: Istimewa)

ISTANBUL, SATUHARAPAN.COM - Polisi Turki membekuk penyerang yang menembak mati 39 orang pada malam Tahun Baru di sebuah kelab malam Istanbul dalam pembantaian yang diklaim ekstremis, seperti dilansir stasiun televisi pemerintah TRT, Senin (16/1).

Terduga pelaku penyerangan ditemukan bersama anaknya yang berusia empat tahun di sebuah apartemen di Distrik Esenyurt di Istanbul setelah operasi pencarian besar-besaran polisi, seperti dilansir TRT.

Pelaku buron selama lebih dari dua pekan setelah serangan brutal itu.

Berbagai pemberitaan sebelumnya melaporkan dia tidak pernah meninggalkan kota metropolis tersebut mengingat pengetatan perbatasan guna mencegah dia kabur.

ISIS mengaku sebagai dalang atas tragedi berdarah itu, pertama kalinya grup tersebut mengklaim serangan besar di Turki. ISIS sebelumnya dituding sebagai otak di balik serangkaian serangan termasuk bom di bandara Istanbul.

Tersangka tertangkap dalam operasi gabungan yang dilakukan polisi Turki dan agen mata-mata MIT, kata TV Turki.

Kantor berita Dogan merilis gambar tersangka dengan wajah dan kausnya yang berdarah dan leher yang dicengkeram oleh polisi.

Sempat terjadi kebingungan sehubungan dengan identitas penyerang usai pembantaian tersebut, dengan berbagai pemberitaan awalnya mengatakan pelaku merupakan warga Kyrgyzstan lalu etnik Uighur dari Tiongkok.

Namun, laporan pada 8 Januari mengatakan badan intelijen dan polisi antiteror di Istanbul menyebutkan pelaku adalah warga Uzbekistan berusia 34 tahun yang merupakan bagian dari afiliasi ISIS di Asia Tengah.

Kantor berita pemerintah Anadolu melansir orang yang ditahan tersebut bernama Abdulgadir Masharipov, sementara kantor berita Dogan mengatakan dia menggunakan nama samaran Ebu Muhammad Horasani di ISIS. Keduanya adalah nama yang sama yang diberikan dalam laporan 8 Januari.

Tersangka tinggal di sebuah apartemen yang disewa oleh seorang warga Kyrgyzstan di Istanbul yang juga ditahan, menurut laporan TRT. Anatolia mengatakan total lima orang ditahan dalam operasi itu, termasuk tiga wanita.(AFP)

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home