Loading...
EKONOMI
Penulis: Reporter Satuharapan 18:33 WIB | Selasa, 28 Agustus 2018

Ukraina dan Australia Akan Impor Kopi Garut

Ilustrasi. Petani memetik biji kopi arabika di perkebunan kopi Desa Nyalindung, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (15/3/2018). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

GARUT, SATUHARAPAN.COM - Pengusaha dari Australia dan Ukraina saat ini mengajukan permintaan untuk dikirim kopi yang diproduksi oleh petani di Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk dipasarkan di negara tersebut.

"Sekarang ada permintaan kopi dari Ukraina dan Australia," kata Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga kepada wartawan di Garut, Selasa (28/8).

Ia menuturkan, permintaan kopi dari dua negara tersebut merupakan bukti bahwa kopi dari Garut memiliki kualitas dan rasa yang berbeda dibandingkan dengan daerah lain.

Mereka, lanjut dia, meminta produk kopi hijau dan biji kopi matang yang sudah dilakukan penyangraian oleh petani kopi di Garut.

Menurut dia, permintaan pasar luar negeri itu tentu dapat dipenuhi dengan terlebih dahulu dilakukan pembinaan untuk mengoptimalkan potensi daerah penghasil kopi di Garut.

"Kalau lihat potensi produksi kopi di Garut, saya kira bisa memenuhinya, apalagi produksi kopi di kita banyak," katanya.

Ia menyampaikan, Kabupaten Garut merupakan daerah produsen kopi berkualitas yang selama ini mampu memasok sejumlah daerah di Indonesia.

Bahkan, lanjut dia, kopi yang diproduksi petani di Kabupaten Garut sudah memiliki kualitas terbaik sehingga banyak beberapa penikmat kopi dari dalam dan luar negeri mengagumi kopi dari Garut.

"Dari sisi kualitas sudah banyak peminatnya," katanya.

Ia mengungkapkan, keunggulan kopi dari Garut tersebut telah terbukti dengan berhasilnya petani kopi dari Kecamatan Cisurupan mengekspor kopi ke Taiwan.

Negara tersebut, kata dia, merupakan negara yang pertama meminta untuk diekspor biji kopi sebanyak 15 ton per bulan dari Kabupaten Garut.

"Kopi dari Garut ini sudah sampai ke Taiwan, pengiriman sekarang baru 15 ton per bulan," katanya. (Antara)

 

Editor : Melki Pangaribuan


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home