Loading...
RELIGI
Penulis: Melki Pangaribuan 16:39 WIB | Jumat, 18 Oktober 2019

Uskup Robertus Ajak Umat Doa Kelancaran Pelantikan Presiden

Uskup Agung Semarang Mgr. Dr. Robertus Rubiyatmoko. (Foto: kawali.org)

SEMARANG, SATUHARAPAN.COM - Uskup Agung Semarang Mgr. Dr. Robertus Rubiyatmoko mengajak umat Kristiani untuk mendukung dengan doa pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang akan dilaksanakan pada 20 Oktober 2019.

"Saya mengajak para romo dan umat untuk mendukung pelantikan dengan doa dan menciptakan suasana yang kondusif," kata Uskup Agung di Semarang, Jumat.

Kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, kata dia, bisa menjalankan mandat dan amanat rakyat.

Presiden dan Wakil Presiden baru diharapkan membawa masyarakat Indonesia pada kesejahtetaan lahir batin, sehingga kehidupan bersama semakin guyub dan harmonis.

"Masyarakat Indonesia semakin guyub dan harmonis dengan dilandasi semangat Bhinneka Tunggal Ika," katanya.

Menurut dia, tidak ada pengamanan berlebih di gereja-gereja mengingat pelantikan yang digelar pada hari Minggu.

"Tidak ada (pengamanan berlebih). Semoga aman dan Tuhan melindungi serta memberkati bangsa kita," tambahnya.

Pancasila Harus Diamalkan Jadi Gerakan-Kebiasaan

Sementara itu Kardinal sekaligus Uskup Agung Jakarta Monsinyur Ignatius Suharyo mengatakan nilai-nilai Pancasila harus dihayati dan diamalkan menjadi gerakan hingga kebiasaan.

"Pancasila diterjemahkan jadi gagasan kecil, dijadikan gerakan, kalau diulang terus jadi habitus (kebiasaan), jadi cara berpikir, cara bertindak," kata Ignatius dalam Kuliah kebangsaan Kita Bersatu Membangun Indonesia: Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya Untuk Indonesia Raya, Jakarta, Kamis (18/10).

Ignatius menuturkan salah satu cara untuk mengungkapkan rasa cinta Tanah Air adalah dengan merawat ingatan bersama dan tidak melupakan sejarah dalam pemersatuan bangsa.

"Ketika suatu bangsa atau komunitas lupa akan sejarah, dalam waktu dekat identitasnya akan hilang. Maka merawat ingatan bersama menjadi sangat penting," tuturnya.

Dalam merawat ingatan bersama, maka harus mengingat momentum kebangkitan nasional, Sumpah Pemuda, proklamasi dan lahirnya Pancasila.

Yang tidak kalah penting dalam menunjukkan rasa cinta Tanah Air adalah mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

"Kesaadaran bahwa warisan untuk mencintai Tanah Air mesti ditanamkan," tuturnya.

Masyarakat Indonesia harus berpegang teguh pada dasar dan ideologi bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia termasuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara serta menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk menjaga persatuan, setiap warga negara Indonesia harus menghindari segala ajaran atau paham yang bertentangan dengan dasar dan ideologi bangsa dan menyaring paham apapun yang masuk sehingga tidak mentah-mentah menyerapnya. (Ant)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home