Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 11:48 WIB | Minggu, 29 Agustus 2021

Vaksinasi Targetkan 16.000 Pelajar di Jabar dan Banten

Presiden Joko Widodo meninjau kegiatan Vaksinasi Kolaborasi Kebangsaan yang digelar di Taman Cappelen, Kebun Raya Bogor, hari Sabtu (28/8). (Foto: BPMI Setpres/Lukas)

BOGOR, SATUHARAPAN.COM-vaksinasi bagi pelajar usia 12-18 tahun digelar di Taman Cappelen, Kebun Raya Bogor, hari Sabtu (28/8).  Targetnya sebanyak 1.250 peserta yang terbagi dalam beberapa sesi.

Presiden Joko Widodo meninjau kegiatan Vaksinasi Kolaborasi Kebangsaan itu. Dan ini dilaksanakan secara serentak di sejumlah wilayah lain dengan total peserta mencapai 16.279 orang, dengan rincian di Jawa Barat menyasar 14.429 pelajar dan di Banten 1.850 pelajar.

Presiden juga berkesempatan untuk berbincang dengan beberapa perwakilan di Jawa Barat dan Banten melalui konferensi video. Lokasi vaksinasi yang disapa Presiden antara lain Kota Cirebon, Kota Tasikmalaya, Kota Cilegon, dan Kabupaten Garut.

Dalam dialog tersebut, Presiden bertanya terkait total peserta vaksinasi dan kecukupan stok vaksin yang tersedia di setiap daerah tersebut. Kepala Negara pun meminta kegiatan vaksinasi terus dilaksanakan agar kekebalan komunal di masyarakat dapat tercapai secepatnya.

“Kejar terus. Segera diselesaikan agar bisa segera dicapai kekebalan komunal dan kalau ada kekurangan vaksin segera sampaikan ke gubernur atau langsung ke menteri, sehingga semuanya bisa segera cepat rampung, cepat selesai vaksinasinya,” kata Kepala Negara.

Selain itu, Presiden pun menanyakan soal ketersediaan fasilitas isolasi terpusat (isoter) dan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) di daerah-daerah tersebut.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid, Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Agus Subiyanto, Kapolda Jabar, Irjen Pol. Ahmad Dofiri, dan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Zuri Hotel
Back to Home