Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Febriana Dyah Hardiyanti 14:17 WIB | Senin, 06 Maret 2017

Wagub Djarot Keluhkan Cuti Kampanye Terlalu Lama

Wakil Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat. (Foto: Febriana DH)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Jelang cuti kampanye Pilkada DKI putaran kedua, Wakil Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat, mengeluhkan total periode kampanye. Ia menilai cuti bisa berdampak bagi warga, karena pelayanan akan menjadi kurang maksimal.

“Cuti tahun ini tidak seperti tahun 2012 lalu. Cuti sekarang hampir setengah tahun lamanya. Ini terlalu lama. Padahal kan niat kita adalah kepentingan warga yang menjadi skala prioritas, jangan malah warga jadi korban karena masa kampanye yang terlalu lama,” ujar Djarot, hari Senin (6/3) siang usai rapat pimpinan (Rapim) di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Djarot menilai, meskipun saat gubernur dan wakil gubernur petahana menjalankan cuti digantikan sementara oleh Pelaksana Tugas Harian (Plt) yang ditunjuk langsung oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), tetap memiliki perbedaan yang mencolok dalam skala kerja prioritas.

“Bagaimana pun juga ada perbedaan kepemimpinan Plt dengan gubernur definitif terkait pengelolaan pemerintahan, karena kekuatan dan kewenangan gubernur definitif akan jauh lebih kuat,” katanya.

Ia berharap, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam penyelenggara pilkada di wilayah mana pun ke depan akan lebih rasional dalam menentukan masa kampanye.

“Kita berharap supaya dalam pilkada dimana pun nantinya jangan sampai mengorbankan kepentingan warga, karena kampanye yang terlampau lama. Harusnya kita rasional. Boleh kita kampanye, tapi kenapa harus sepanjang itu,” tutur Djarot.

Djarot memandang, seharusnya pemahaman visi dan misi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur cukup dilakukan selama seminggu atau sembilan hari. “Ini kalau berpikir untuk kepentingan rakyat ya," katanya.

Plt, lanjut dia, saat bertugas di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta akan melaksanakan berbagai agenda terdekat, diantaranya pelayanan bus feeder Transjakarta dalam rusun, persiapan Jakarta Fair, percepatan pembangunan proyek-proyek pasca penggabungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), penanganan makam Mbah Priok, persiapan Asian Games 2018, peresmian Masjid Raya Daan Mogot bersama-sama Presiden RI di bulan April, hingga program Tepat Kerja Produktif yang digagas Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Semua ini harus dieksekusi oleh Plt mulai besok,” kata Djarot.

Sore ini, Ahok diagendakan akan menghadiri pelantikan Plt Gubernur DKI. Namun, Djarot mengaku belum mengetahui jam serta tempat pelaksanaan pelantikan itu.

“Nanti bukan serah terima jabatan, tapi penyerahan SK ke Plt Gubernur DKI. Saya belum tahu nanti seperti apa, yang jelas saya masih aktif bekerja sebagai wakil gubernur hingga tengah malam ini, jadi nanti jam 19.00 WIB masih harus menghadiri acara peresmian Pujasera di Pasar Minggu,” ucap Djarot.

Ahok dan Djarot yang merupakan pasangan calon nomor urut dua dalam Pilkada DKI diwajibkan mengambil kembali cuti kampanye selama 40 hari yang dimulai pada tanggal 7 Maret hingga tanggal 15 April 2017.

Keduanya akan kembali bersaing dalam panggung kompetisi politik DKI putaran kedua melawan pasangan calon nomor urut tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Sebelumnya, Ahok-Djarot juga menghadapi pasangan calon nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni. Namun, Agus dan Sylvi dinyatakan gugur dalam putaran pertama dan tidak bisa lanjut dalam putaran kedua.

 


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home