Loading...
EKONOMI
Penulis: Eben Ezer Siadari 12:13 WIB | Kamis, 13 November 2014

Walau Sudah Mundur, Mahendra Siregar Tetap Lapor Presiden

Mahendra Siregar (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Walaupun sudah mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Mahendra Siregar masih tetap melaporkan kinerja lembaga yang dipimpinnya tersebut kepada Presiden.

Hal itu terungkap di situs resmi Sekretaris Kabinet, yang hari ini mengutip laporan berkala Mahendra Siregar tentang kinerja realisasi investasi Indonesia sepanjang Triwulan III, 2014. Laporan yang sama juga dikutip oleh situs resmi Kementerian Keuangan.

Dalam laporannya kepada Presiden, Mahendra Siregar mengemukakan, realisasi investasi menembus angka Rp 119,9 triliun sepanjang Triwulan III 2014. Mahendra juga menyebutkan bahwa capaian itu merupakan rekor triwulanan tertinggi. Lebih lanjut disebutkan, dengan realisasi tersebut, rekor triwulanan investasi sudah dipecahkan dalam lima triwulan terakhir pasca menembus angka Rp 100,5 triliun pada Triwulan III 2013 lalu. Bahkan, jika dirunut ke belakang, tren kenaikan realisasi investasi sudah terjadi sejak Triwulan I 2010 ketika masih ada di angka Rp 42,1 triliun.

Mahendra menyebutkan, realisasi investasi Rp 119,9 triliun itu terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 41,6 triliun, serta penanaman modal asing (PMA) Rp 78,3 triliun. “PMDN tumbuh 24,2 persen, lebih tinggi dari PMA yang tumbuh 16,9 persen,” Mahendra memaparkan.

Menurut Mahendra, secara keseluruhan total realisasi investasi sepanjang Januari – September 2014 ini sudah menembus angka Rp 342,7 triliun atau 75,1 persen dari target Rp 456,6 triliun. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari realisasi periode sama 2013 yang sebesar Rp 293,3 triliun. “Dengan tren positif seperti ini, kami optimistis target investasi akan tercapai,” ungkapnya.

Mahendra menambahkan, tingginya realisasi investasi pada Triwulan III 2014 ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menarik dan dipercaya investor. Meski kondisi politik memanas, lanjut dia, fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan kinerja yang solid. “Apalagi, investor itu melihat potensi jangka panjang Indonesia yang masih prospektif,” ujarnya.

Ditinjau dari negara asal PMA, pada Triwulan III Tahun 2014 realisasi paling tinggi berasal dari Negara Singapura (1,5 miliar dollar AS) diikuti Belanda (0,9 miliar dollar AS), Inggris (0,8 miliar dolar AS), Jepang (0,5 miliar dollar AS), dan Amerika Serikat (0,3 miliar dollar AS). Sedangkan pada kumulatif periode Januari-September Tahun 2014, realisasi paling tinggi berasal dari Singapura (4,9 miliar dollar AS), diikuti Jepang (2,0 miliar dollar AS), Belanda (1,5 miliar dollar AS), Inggris (1,4 miliar dollar AS), dan Malaysia (1,0 miliar dollar AS).

Apabila ditinjau dari sebaran lokasi proyek, realisasi investasi di luar Pulau Jawa pada Triwulan III/2014 mencapai sebesar Rp 57,7 triliun atau 48,1 persen dari total investasi. Terjadi peningkatan sebaran aliran penanaman modal ke luar Pulau Jawa dari Rp. 124,7 triliun pada kumulatif periode Januari-September tahun 2013 menjadi Rp 149,4 triliun pada periode yang sama Tahun 2014. Sedangkan, realisasi investasi di Pulau Jawa Rp. 62,2 triliun atau 51,9 persen.

Terkait realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia selama periode Triwulan III Tahun 2014 mencapai 349.377 orang (84.550 orang di proyek PMDN dan 264.827 orang di proyek PMA).

Mundur

Sebelumnya, sejumlah media memberitakan pengunduran diri Mahendra Siregar. Deputi Bidang Pengendalian Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis, dikutip mengatakan Mahendra sudah mengundurkan diri per 20 Oktober 2014, tepat dengan berakhirnya pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Deputi Bidang Promosi BKPM, Himawan Hariyoga. Menurut dia, Peraturan Presiden (Perpres) pengunduran diri Mahendra sudah terbit.

Ketika wartawan mengonfirmasi hal itu kepada Mahendra, ia menjawab melalui pesan singkat bahwa Kepala BKPM merupakan jabatan setingkat menteri. Sehingga idealnya diangkat bersamaan dengan para menteri di kabinet baru.

Mahendra menjabat sebagai Kepala BKPM sejak 1 Oktober 2013. Ia ditunjuk oleh Presiden SBY menggantikan posisi M Chatib Basri yang diangkat menjadi menteri keuangan. Mahendra sebelumnya adalah wakil menteri keuangan.

Sampai kini Presiden Joko Widodo belum menetapkan Kepala BKPM yang baru.

 

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home