Loading...
EKONOMI
Penulis: Sabar Subekti 10:27 WIB | Senin, 23 November 2020

Warga Taiwan Protes Kebijakan Impor Daging Babi AS

Orang-orang mengususng model babi dengan slogan "Mengkhianati peternak babi" dalam protes di Taipei, Taiwan, hari Minggu, 22 November 2020. Ribuan orang berbaris di jalan-jalan menuntut pembatalan keputusan untuk mengizinkan impor daging babi Amerika Serikat ke Taiwan, menuduh masalah keamanan pangan. (Foto: AP)

TAIPEI, SATUHARAPAN.COM-Ribuan orang turun ke jalan-jalan di kota Taipei pada hari Minggu (22/11) untuk pawai protes tahunan "Perjuangan Musim Gugur" yang diorganisir oleh kelompok buruh. Namun sebagian besar kemarahan terfokus pada keputusan pemerintah yang mengurangi pembatasan impor daging babi Amerika Serikat.

Partai oposisi utama Taiwan, Kuomintang (KMT), mengumpulkan para pendukungnya untuk bergabung dalam pawai untuk pertama kalinya, setelah meningkatkan kampanye yang semakin keras menentang keputusan tentang daging babi, yang dikatakannya mengancam keamanan pangan.

Presiden Tsai Ing-wen mengumumkan pada bulan Agustus bahwa pemerintah, mulai 1 Januari, mengizinkan impor daging babi AS yang mengandung ractopamine, zat aditif yang meningkatkan lemak, tetapi dilarang di Uni Eropa dan China, serta daging sapi usia lebih dari 30 bulan.

Meskipun disambut baik di Washington, dan menghilangkan hambatan untuk kesepakatan perdagangan bebas AS yang telah lama dicari-cari untuk Taiwan, KMT sangat menentang keputusan tersebut. Partai ini memanfaatkan kekhawatiran publik tentang keamanan pangan setelah munculnya beberapa skandal dalam beberapa tahun terakhir.

Ketua KMT, Johnny Chiang, terpilih pada bulan Maret untuk membantu membalikkan nasib partai setelah kalah dalam pemilihan presiden dan parlemen pada bulan Januari. Dia meminta Tsai untuk ambil bagian dalam debat yang disiarkan televisi tentang masalah tersebut.

"Babi Taiwan tidak makan ractopamine, namun Anda meminta orang Taiwan untuk makan? Apakah ini masuk akal?" katanya kepada para pendukung.

Hubungan dengan AS

Pemerintah Tsai dan Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa, yang memiliki mayoritas besar di parlemen, mengatakan keputusan itu membuat pulau itu sejalan dengan norma-norma internasional, bukanlah ancaman keamanan, dan akan meningkatkan hubungan Taiwan-AS.

Dalam pernyataannya pada hari Minggu, DPP mendesak KMT untuk "menghentikan intrik politiknya dan kembali ke diskusi rasional".

DPP yang sebelumnya menyuarakan keberatan keras terhadap ractopamine menuding KMT menyebarkan berita bohong soal itu dalam upaya menebar ketakutan publik. KMT juga mencoba mengatur diadakannya referendum tentang impor daging babi AS. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
LAI Got talent
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home