Loading...
MEDIA
Penulis: Sabar Subekti 19:31 WIB | Rabu, 31 Maret 2021

Wartawan BBC Pindah dari China ke Taiwan, karena Intimidasi

Tentara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China berbaris di luar Aula Besar Rakyat di Beijing, China. (Foto: dok. Reuters)

BEIJING, SATUHARAPAN.COM-BBC (British Broadcasting Corp) mengatakan pada hari Rabu (31/3) bahwa salah satu jurnalisnya di China telah pindah ke Taiwan, sebuah langkah yang dilakukan di tengah kritik dari Beijing atas laporannya tentang dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap Muslim Uighur di wilayah Xinjiang.

Wartawan itu, John Sudworth,  mengatakan kepada radio BBC bahwa dia pindah bersama keluarganya karena semakin sulit untuk tetap tinggal di negara itu. Dia berada di bawah pengawasan, menghadapi ancaman tindakan hukum, halangan dan intimidasi, katanya.

 “Kami pergi dengan tergesa-gesa, diikuti oleh polisi berpakaian preman sampai ke Bandar udara melalui proses check-in. Realitas suram sebenarnya bagi wartawan di sini diperjelas sampai akhir,” katanya kepada acara BBC yang ditayangkan hari Rabu.

Kementerian Luar Negeri China pada hari Rabu mengatakan Sudworth belum memberikan pemberitahuan apa pun tentang kepergiannya, dan sangat mengecamlaporan BBC tentang Xinjiang, COVID-19 dan Hong Kong.

"Kami tidak pernah mengancamnya," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, pada jumpa pers harian reguler. “Kami tidak tahu mengapa dia pergi karena dia tidak mengucapkan selamat tinggal.”

Mengumumkan kepindahan Sudworth, BBC mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia tetap menjadi koresponden untuk China. “Pekerjaan John telah mengungkap kebenaran yang tidak ingin diketahui oleh otoritas China,” katanya.

Bulan lalu, China melarang BBC World News ditayangkan sebagai tanggapan yang disebut kedutaan China di London sebagai "pemalsuan tanpa henti dari 'kebohongan abad ini' dalam melaporkan China."

Salah satu titik panas adalah laporan BBC pada bulan Februari bahwa perempuan di kamp interniran Xinjiang untuk warga Uighur menjadi sasaran pemerkosaan, pelecehan seksual, dan penyiksaan.

China berulang kali mengatakan laporan BBC itu salah dan juga dengan paksa membantah klaim pelanggaran hak asasi manusia lainnya di Xinjiang yang diajukan oleh pemerintah Barat dan kelompok hak asasi manusia.

Sudworth bukanlah salah satu jurnalis BBC yang dikreditkan dalam laporan tentang Xinjiang, meskipun namanya telah dikritik oleh Kementerian Luar Negeri China serta media yang didukung oleh negara dan Partai Komunis China atas pemberitaannya.

Pembalasan China

Media pemerintah China baru-baru ini melaporkan bahwa orang dan entitas yang tidak disebutkan namanya di Xinjiang sedang bersiap untuk menuntut BBC atas laporan yang terkait dengan wilayah tersebut. Laporan media pemerintah itu tidak memasukkan rincian gugatan dan tidak ada pemberitahuan terkait yang dipublikasikan di situs pengadilan setempat.

"Saya pikir orang-orang itu mencoba untuk melindungi hak dan kepentingan mereka sendiri melalui jalur hukum, tetapi tindakan tersebut tidak ada hubungannya dengan pemerintah China," kata Hua.

Klub Koresponden Asing di China (FCCC) mengatakan bahwa Sudworth telah pergi dalam waktu singkat pada tanggal 23 Maret bersama istrinya, Yvonne Murray, seorang jurnalis untuk penyiaran Irlandia RTE.

Dikatakan bahwa Sudworth telah menghabiskan dua tahun terakhir dengan visa untuk jangka waktu satu, tiga dan enam bulan, lebih pendek dari biasanya satu tahun untuk koresponden asing.

"Pelecehan terhadap Sudworth dan rekan-rekannya di BBC merupakan bagian dari pola pelecehan dan intimidasi yang lebih besar yang menghalangi pekerjaan koresponden asing di China dan membuat asisten berita China mereka mengalami tekanan yang meningkat," kata pernyataan FCCC.

“Kami mendesak China untuk memenuhi komitmennya untuk memfasilitasi pelaporan tanpa hambatan di China. Secara khusus, FCCC menyerukan diakhirinya serangan pribadi yang berbahaya terhadap individu reporter dan media asing. ”

China mengusir lebih dari selusin jurnalis asing yang bekerja untuk organisasi media Amerika Serikat pada tahun 2020. Tahun itu terjadi "penurunan cepat dalam kebebasan media," kata FCCC dalam sebuah laporan bulan ini.

Beberapa koresponden asing telah pindah ke Taiwan dari China. Seorang juru bicara kementerian luar negeri di Taiwan mengatakan dia tidak dapat mengomentari kasus individu, tetapi mengatakan: "Kami menyambut semua wartawan dari outlet media untuk datang ke Taiwan dan menikmati kebebasan pers dan berbicara." (Reuters)

Editor : Sabar Subekti

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home