Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 22:25 WIB | Sabtu, 12 Juni 2021

WHO: Filipina Kembali Bebas dari Polio

Para ibu menggendong anak-anaknya saat mengantre untuk menerima vaksin polio gratis selama program vaksinasi massal yang dipimpin pemerintah di Quezon City, Metro Manila, Filipina, 14 Oktober 2019. (Reuters)

MANILA, SATUHARAPAN.COM-Filipina sekali lagi bebas polio, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Jumat (11/6), setelah kampanye vaksinasi yang sukses yang telah meningkatkan harapan untuk inokulasi COVID-19 di negara yang dilanda ketidakpercayaan terhadap vaksinasi.

Polio muncul kembali di negara itu pada tahun 2019, hampir dua dekade setelah kasus terakhirnya terdeteksi, lalu memicu upaya nasional untuk mengimunisasi jutaan anak terhadap penyakit yang melumpuhkan itu.

Setidaknya 17 orang terinfeksi, tetapi otoritas kesehatan mengatakan mereka belum mendeteksi virus pada anak atau lingkungan dalam 16 bulan terakhir. “Kami merayakan kebebasan dari polio,” kata Rabindra Abeyasinghe, perwakilan WHO di Filipina.

Lebih dari 80 persen anak-anak yang diimunisasi dalam upaya nasional, yang menurut Abeyasinghe "cukup untuk menghentikan penularan".

Wabah 2019 dimulai tak lama setelah demam berdarah dan epidemi campak yang mematikan, dan ketika cakupan vaksinasi turun sebagian karena peluncuran suntikan demam berdarah yang gagal beberapa tahun sebelumnya.

Polio sangat menular dan dapat menyebabkan kelumpuhan dan bahkan kematian. Tidak ada obat yang diketahui sejauh ini.

Virus yang muncul kembali di Filipina telah bermutasi secara genetik dari strain polio liar yang dilemahkan yang terkandung dalam vaksin oral yang digunakan di seluruh dunia untuk mengendalikan penyakit tersebut.

Pejabat kesehatan Filipina berharap keberhasilan upaya vaksinasi polio akan direplikasi dalam peluncuran vaksin COVID-19.

Hanya sekitar 1,6 juta orang, atau lebih dari satu persen dari populasi, yang telah divaksinasi penuh terhadap penyakit COVID-19. Itu akibat kekurangan pasokan vaksin dan adanya ketakutan akan keamanan vaksin.

“Kami memiliki banyak survei yang menunjukkan bahwa kepercayaan vaksin rendah, tetapi kampanye (polio) ini telah membuktikan sebaliknya,” kata Wakil Menteri Kesehatan, Rosario Vergeire. “Mudah-mudahan kegiatan dan upaya semacam ini akan paralel dan terpola ketika kita melakukan vaksinasi COVID-19 dan ketika persediaan sudah siap.” (AFP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
LAI Got talent
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home