Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 07:02 WIB | Jumat, 04 September 2020

WHO Ingin 230 Juta Dosis Vaksin Awal COVID-19 untuk Afrika

Logo WHO. (Foto: dok. Ist)

JENEWA, SATUHARAPAN.COM-Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ingin mengamankan 230 juta dosis awal vaksin COVID-19 untuk Afrika, kata para pejabat hari  Kamis (3/9), dan menekankan bahwa vaksin apa pun yang sedang dikembangkan juga harus diuji di benua itu.

Rencana alokasi vaksin global, yang disebut COVAX, bertujuan untuk membantu membeli dan mendistribusikan secara adil pengiriman dua miliar dosis vaksin yang disetujui pada akhir tahun 2021.

"Ini... (gelombang awal) akan mencakup 20% dari populasi Afrika, awalnya memprioritaskan mereka yang berada di garis depan, petugas kesehatan, kemudian diperluas untuk mencakup kelompok rentan," kata Richard Mihigo, manajer area program untuk WHO Afrika, mengatakan pada konferensi pers online.

Skema ini memiliki sembilan kandidat vaksin COVID-19 yang mencakup berbagai teknologi dan pendekatan ilmiah. Beberapa sedang dalam uji klinis tahap akhir dan mungkin akan mendapatkan data yang tersedia pada akhir tahun.

Dua Diuji di Afrika

Hanya dua dari vaksin COVID-19 potensial yang sedang diuji di Afrika, kata Richard Hatchett, kepala eksekutif dari Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI), yang ikut memimpin proyek COVAX dengan WHO dan aliansi vaksin Gavi.

“Pengujian vaksin di benua itu memastikan bahwa data yang cukup dihasilkan tentang keamanan dan kemanjuran kandidat vaksin yang paling menjanjikan untuk populasi Afrika, sehingga mereka dapat dengan percaya diri diluncurkan di Afrika,” katanya.

John Nkengasong, kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika, mengatakan pada konferensi pers online bahwa pembicaraan dengan COVAX akan melengkapi negosiasi lain dengan negara-negara seperti China, Kanada, dan Amerika Serikat mengenai pengamanan akses.

Benua itu bernasib lebih baik dari yang diharapkan, kata para ahli kesehatan. Jumlah kasus baru turun 11% dalam empat pekan terakhir, kata Nkengasong. "Kami melihat kurva epidemiologi yang menstabilkan atau menurun, mewakili sebuah tanda harapan," katanya, seraya menambahkan bahwa pengujian yang tidak memadai masih berarti gambaran tersebut belum lengkap. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home