Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 07:06 WIB | Kamis, 16 Juli 2020

WHO: Penularan COVID-19 Melalui Udara Terjadi dalam Prosedur Medis Yang Menghasilkan Aerosol

Suasana selama konferensi pers Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Koresponden Perserikatan Bangsa-bangsa (ACANU) di Jenewa di tengah wabah COVID-19, yang disebabkan oleh virus corona baru, di kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss, pada 3 Juli 2020. (Foto: dok. Reuters)

JENEWA, SATUHARAPAN.COM-Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada hari Kamis (9/7) bahwa penyebaran melalui udara virus corona baru dapat terjadi selama prosedur medis yang menghasilkan aerosol.

Badan itu mengatakan beberapa laporan wabah yang berkaitan dengan keramaian di dalam ruangan telah menyebutkan kemungkinan transmisi udara, dikombinasikan dengan penularan tetesan, seperti terjadi ketika orang-orang latihan paduan suara, di restoran atau di kelas kebugaran.

WHO pada hari Selasa (7/7) mengakui "bukti yang muncul" dari penyebaran virus corona novel di udara, setelah sekelompok ilmuwan mendesak badan global untuk memperbarui panduannya tentang bagaimana penyebaran penyakit pernapasan.

Sebelumnya pada hari Kamis, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan bahwa mantan Presiden Liberia, Ellen Johnson Sirleaf, dan mantan Perdana Menteri Selandia Baru, Helen Clark, akan memimpin panel baru yang ditugaskan untuk memberikan "penilaian jujur" dari respons global terhadap pandemi virus corona.

WHO yang menghadapi penarikan keanggotaan dari Amerika Serikat setelah pengaduan pemerintahan Trump tentang penanganan awal virus darurat, mengumumkan penunjukan untuk Panel Independen untuk Kesiapsiagaan dan Respons Pandemi.

Lebih dari 12 juta kasus infeksi virus corona sekarang telah tercatat di seluruh dunia, lebih dari setengahnya di Amerika Serikat dan Amerika Latin, menurut penghitungan sumber resmi AFP pada Kamis.

Setidaknya 12.063.425 kasus dan 549.451 kematian telah dicatat, dengan jumlah infeksi dua kali lipat sejak 31 Mei. Sekitar setengah dari mereka yang tertular virus telah pulih.

Dengan 3.055.101 kasus dan 132.309 kematian, Amerika Serikat adalah negara yang paling terpukul, dengan Brasil di urutan kedua mencatat 1.713.160 kasus dan 67.964 kematian. Penghitungan mungkin hanya mencerminkan sebagian kecil dari jumlah infeksi, karena banyak negara hanya menguji kasus yang paling serius. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home