Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 11:04 WIB | Jumat, 15 Mei 2020

WHO: Studi Menunjukkan Perawatan Yang Menjanjikan untuk Pasien COVID-19

Salah satu obat yang sedang diuji di bereberapa negara untuk penyembuhan penyakit akibat COVID-19. (Foto: dok. Ist)

JENEWA, SATUHARAPAN.COM-Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Selasa (12/5) mengatakan bahwa studi awal tentang beberapa kemungkinan perawatan pasien virus corona menunjukkan tanda-tanda yang menjanjikan.

"Kami memang memiliki data yang berpotensi positif keluar (pandemi), tetapi kami perlu melihat lebih banyak data untuk 100% yakin bahwa kami dapat mengatakan perawaran ini lebih baik," kata juru bicara WHO, Margaret Harris, dikutip Reuters.

Perawatan tampaknya mencegah keparahan atau kelanjutan penyakit, kata Harris, tetapi menambahkan bahwa "kami belum memiliki apa pun yang dapat membunuh atau menghentikan virus."

Dia tidak menyebutkan nama-nama obat itu, tetapi mengatakan bahwa organisasi tersebut berfokus untuk mempelajari lebih banyak tentang empat atau lima khususnya.

Badan pengawasan obat dan makanan (Food and Drug Administration / FDA) Amerika Serikat bulan ini memberikan untuk obat remdesivir otorisasi penggunaan darurat bagi pasien dengan kasus penyakit parah. Ini dilakukan setelah Gilead Sciences mengatakan data positif muncul dari uji coba obat yang dijalankan oleh Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular.

Pakar penyakit menular terkemuka, Anthony Fauci, memuji obat itu pada saat itu, dengan mengatakan data "menunjukkan bahwa remdesivir memiliki dampak positif yang jelas dan signifikan dalam mengurangi waktu pemulihan."

Namun, penelitian terpisah yang diterbitkan pada pekan yang sama menemukan bahwa remdesivir tidak memiliki manfaat kesehatan yang signifikan untuk pasien COVID-19 yang sakit kritis, walaupun temuannya terbatas karena uji coba berakhir lebih awal.

Pejabat kesehatan melaporkan lebih dari 4,2 juta kasus virus di seluruh dunia dan lebih dari 288.000 pasien meninggal.

Harris menambahkan bahwa Amerika adalah pusat penyebaran virus saat ini. AS melaporkan lebih banyak infeksi dan kematian daripada negara lain, dengan lebih dari 1,3 juta kasus terinfeksi virus dan lebih dari 81.000 kasus kematian. 

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
LAI Got talent
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home